Indonesia Menyapa, Jakarta — Mantan Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol. Irwan Anwar disinggung komika Pandji Pragiwaksono terkait kasus polisi tembak siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktafandy, di special show stand-up comedy bertajuk Mens Rea.
Saat ini Irwan Anwar telah naik pangkat dari Kombes menjadi Brigjen atau Brigadir Jenderal pada akhir Desember 2025 lalu.
Ia dimutasi dari jabatannya Kalemkonprfpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.
Menurut Pandji, Irwan Anwar telah berbohong dalam perkara polisi menembak Gamma.
Gamma, kata Pandji, dituding melakukan tawuran, sehingga ia ditembak hingga tewas.
Dari CCTV yang dicari, tidak ada yang menunjukkan Gamma terlibat tawuran.
“Namanya adalah Gamma. Dia dibunuh nyawanya, lalu dia dibunuh namanya. Sudah meninggal ditembak, difitnah dia tawuran, padahal enggak,” kata Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025.
“Dicari CCTV untuk membuktikan apakah dia tawuran atau enggak, nggak nemu,” imbuhnya.
Pandji mengatakan bahwa Irwan Anwar sempat membuat konferensi pers terkait kasus tawuran yang melibatkan korban.
Ia menyebut Irwan Anwar menunjukkan senjata-senjata dalam tawuran itu.
“Polisi double down dan bilang, ‘benar Gamma tawuran.’ Bikin presscon, ditunjukin senjata-senjatanya tawurannya, Kapolrestabes Semarang (Irwan Anwar) ngangkat senjatanya dua, samurai,” kata dia.
“Belakangan muncul CCTV ternyata Gamma sama temennya cuma lewat, nggak ada senjata apa-apa ditembak, meninggal. Kapolrestabes Semarang bohong,” tegasnya.
Foto Irwan Anwar yang memegang samurai dalam jumpa pers tentang kasus polisi tembak Gamma sempat selalu diunggah Pandji Pragiwaksono di X melalui akunnya, @pandji, setiap hari.
Foto yang diunggah Pandji tersebut menampilkan momen Irwan Anwar menunjukkan barang bukti berupa pedang samurai dalam kasus tewasnya Gamma yang ditembak anggota Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin.
Terlihat juga ada Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, yang turut mendampingi Irwan Anwar dalam menunjukkan barang bukti yang disebut polisi sebagai barbuk tawuran.
Bukan tanpa alasan, Pandji Pragiwaksono mengaku mengunggah foto Irwan Anwar setiap hari akun X miliknya untuk meminta kejelasan tentang kasus tewasnya Gamma yang ditembak oknum polisi.
Irwan Anwar sendiri sempat menyampaikan informasi yang menimbulkan kontroversi soal kasus polisi tembak siwa SMK ini.
Irwan menuturkan bahwa penembakan yang dilakukan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarboka) Polrestabes Semarang itu dilakukan atas dasar untuk melerai tawuran antar kelompok.
Pernyataan Irwan Anwar itu bertolak belakang dengan keterangan sejumlah saksi, yang menyebutkan bahwa tidak adanya tawuran.
Rekam Jejak Brigjen Irwan Anwar
Brigjen Pol Irwan Anwar adalah seorang perwira tinggi (Pati) Polri.
Ia sempat menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang sejak Januari 2021 hingga Januari 2025.
Setelah itu, Irwan Anwar dimutasi sebagai Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas di STIK Lemdiklat Polri.
Kini ia mendapat tugas baru menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II di Sespim Lemdiklat Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal.
Sebelum jadi Kapolrestabes Semarang, Irwan Anwar terlebih dahulu menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Sumatra Utara pada 2020.
Pria kelahiran Makassar, 17 Februari 1972 ini merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Di Akpol, Irwan Anwar satu angkatan dengan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Sepanjang berdinas di Polri, Irwan juga sudah pernah menduduki beberapa jabatan strategis.
Pada 2011, Irwan tercaat pernah menjabat sebagai Kapolres Madiun.
Ia juga sempat menjabat sebagai Wakapolres Metro Depok pada 2013.
Karier Irwan Anwar kemudian makin moncer setelah ia didapuk menjadi Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya pada 2016.
Satu tahun kemudian, ia dipecaya untuk menduduki posisi jabatan sebagai Ditreskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada tahun yang sama, calon jenderal bintang 1 ini kemudian ditunjuk menjadi Kapolrestabes Makassar.
Tak berselang lama, ia dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidsiber Bareskrim Polri pada 2018.

