Jawab Klaim Jusuf Kalla, Sekjen Projo: Kemenangan Jokowi Hasil Kehendak Rakyat, Bukan Individu

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik memberikan tanggapan terkait pernyataan Jusuf Kalla (JK) yang menyebut bahwa Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Presiden karena peran besar dirinya.

Freddy menegaskan, pihaknya menghormati sosok Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa, namun kemenangan Jokowi dalam kontestasi politik merupakan buah dari kepercayaan rakyat Indonesia.

“Kami menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk dalam Pilpres 2014,” kata Freddy Alex Damanik, Senin (20/4/2026).

“Meski demikian, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia,” sambungnya.

Freddy menjelaskan, sistem demokrasi di Indonesia tidak dibangun berdasarkan peran satu individu semata, melainkan melalui kerja kolektif dari berbagai elemen bangsa.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan Jokowi menduduki kursi kepemimpinan nasional tidak terlepas dari rekam jejak pribadi sang mantan Wali Kota Solo tersebut.

“Keberhasilan Joko Widodo tidak dapat dilepaskan dari rekam jejak kepemimpinan beliau yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan dengan rakyat. Faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik,” jelas Freddy.

Lebih lanjut, Freddy memaparkan bahwa sebagai organisasi relawan yang mengawal kepemimpinan rakyat sejak awal, Projo melihat adanya pilar penting lain dalam kemenangan tersebut.

Pilar tersebut adalah soliditas dukungan relawan, peran partai politik, khususnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), serta partisipasi aktif dari masyarakat luas.

Oleh karena itu, Freddy mengajak semua pihak untuk tetap menjaga narasi kebangsaan yang sehat dan tidak mengecilkan proses demokrasi menjadi sekadar klaim personal.

“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat, tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal, serta tetap menjunjung tinggi semangat persatuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Freddy menegaskan kembali prinsip bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.

“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat, dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenanganbersama, bukan milik individu,” pungkas Freddy.

 

JOKOWI DAN JK - Joko Widodo (kiri) dan Jusuf Kalla, saat menghadiri acara deklarasi pasangan tersebut di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, tahun 2014. Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, mengungkapkan, langkah politik JK merupakan kunci pembuka jalan bagi karier nasional Jokowi.
JOKOWI DAN JK – Joko Widodo (kiri) dan Jusuf Kalla, saat menghadiri acara deklarasi pasangan tersebut di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, tahun 2014. Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, mengungkapkan, langkah politik JK merupakan kunci pembuka jalan bagi karier nasional Jokowi. (Tribunnews.com)

 

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengatakan ia punya peran besar dalam karier politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya,” kata JK dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Termul adalah singkatan dari Ternak Mulyono, sebuah istilah gaul politik yang sering digunakan di media sosial Indonesia sebagai sindiran atau kritik terhadap pendukung atau loyalis Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks mencuatnya video ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga bermuatan penistaan agama.

Muncul dugaan video itu tersebar sebab JK pernah menyinggung terkait ijazah Jokowi.

Padahal, lanjut JK, dirinya punya banyak peran dalam membantu Jokowi menaiki tangga karier politiknya dari Solo ke Jakarta.

“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa,” tuturnya.

Ia juga mengeklaim Presiden ke-5 RI yang juga merupakan Ketua PDIP, Megawati Soekarnoputri berterima kasih padanya sebab membantu Jokowi.

“Sehingga waktu dia menang jadi gubernur, setelah ke Ibu Mega, datang sama saya ucapan terima kasih,” pungkas JK.

 

Sumber: Jawab Klaim Jusuf Kalla, Sekjen Projo: Kemenangan Jokowi Hasil Kehendak Rakyat, Bukan Individu – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *