Indonesia Menyapa, Jakarta — Dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai kalangan pelaku usaha berharap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terus memberikan perhatian dan keberpihakan terhadap UMKM serta pedagang kaki lima (PKL) melalui kebijakan yang mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha mereka.
Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun, yang membina pelaku UMKM dan PKL di berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah dinamika ekonomi yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan, dukungan terhadap sektor ekonomi kerakyatan dipandang penting untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas kesempatan berusaha.
Menurut dia, sektor usaha kecil dan informal membutuhkan ruang untuk tumbuh serta kepastian dalam menjalankan usahanya.
Ali menilai pendekatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha menunjukkan komitmen untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.
“Gubernur Pramono Anung memiliki pendekatan yang terbuka dan mau mendengarkan aspirasi pelaku usaha kecil,” kata Ali Mahsun, Selasa (7/7/2026).
“Bagi kami, komunikasi yang baik dan adanya ruang dialog dengan pemerintah daerah merupakan modal penting untuk membangun iklim usaha yang sehat dan memberi kepastian bagi para pelaku UMKM di Jakarta,” lanjutnya.
Menurut Ali, perhatian terhadap UMKM dan PKL memiliki arti penting karena sektor tersebut menjadi tumpuan penghidupan bagi banyak masyarakat.
Dukungan terhadap pelaku usaha kecil juga dinilai berkontribusi dalam menjaga perputaran ekonomi dan memperluas peluang kerja di tingkat akar rumput.
Kontribusi pada Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menilai perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap keberlangsungan UMKM sejalan dengan kebutuhan dunia usaha.
Menurut dia, sektor usaha kecil membutuhkan kepastian dan ruang untuk terus berkembang agar dapat mempertahankan kontribusinya terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.
“Kebijakan yang memberikan dukungan kepada UMKM dan menjaga daya beli masyarakat akan menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat. Ini menjadi modal penting untuk menjaga optimisme pelaku usaha dan memperkuat ekonomi daerah,” kata Tutum Rahanta.
Menurut para pelaku usaha, keberpihakan terhadap UMKM, PKL, dan sektor ekonomi kerakyatan tidak hanya berdampak pada keberlangsungan usaha, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan daya beli, serta ketahanan ekonomi masyarakat.
Karena itu, berbagai kebijakan yang memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga ekonomi Jakarta tetap tumbuh secara inklusif.
Sebelumnya, warga menyambut positif semakin banyaknya ruang publik, kegiatan komunitas, festival, hingga berbagai even yang digelar di Jakarta.
Beragam aktivitas tersebut dinilai tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan berekspresi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

