Iran Tolak Usulan Prancis Ikut Campur Kelola Selat Hormuz

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Iran menolak usulan Prancis untuk bekerja sama menjinakkan ranjau laut di Selat Hormuz. Iran memperingatkan bahwa “provokasi” semacam itu bisa semakin memperumit situasi maritim di perairan tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa berdasarkan nota kesepahaman AS-Iran, operasi penjinakan ranjau di Selat Hormuz akan dilakukan sepenuhnya oleh Iran, dan bukan oleh negara lain.

Dia mengatakan pengaturan paralel atau keterlibatan pihak asing dalam operasi pembersihan ranjau laut, tidak akan diizinkan. Gharibabadi menekankan bahwa kondisi saat ini di selat tersebut masih sangat sensitif dan kompleks.

“Kami sangat menyarankan Prancis untuk tidak memperumit situasi dengan provokasinya,” ujar Gharibabadi, dilansir Anadolu Agency.

Penolakan tegas Iran muncul usai Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan lewat unggahan di media sosial, bahwa Prancis dan Oman telah memutuskan untuk bekerja sama, berkoordinasi dengan mitra, dalam penjinakan ranjau di Selat Hormuz demi mengamankan jalur maritim dan memastikan jalur yang “bebas dan tanpa syarat” melalui perairan itu.

Pernyataan itu disampaikan Macron setelah melakukan pembicaraan dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq, selama kunjungan resmi pertamanya ke Prancis.

Iran telah berulang kali menegaskan bahwa pengelolaan navigasi, operasi pembersihan ranjau, dan pengaturan maritim sementara di Selat Hormuz diatur oleh Pasal 5 MoU AS-Iran, dan tetap berada di bawah koordinasi Iran sebagai negara pantai.

Sebelumnya pada Senin (29/6), Iran dan Oman yang berbatasan dengan selat tersebut, telah mengadakan pembicaraan pertama mereka sejak kesepakatan AS-Iran diteken pada 18 Juni.

“Selama kunjungan ke Muscat, pertemuan pertama Komite Hormuz Bersama telah diadakan,” ungkap Gharibabadi.

Iran memperingatkan bahwa setiap upaya kapal untuk menghindari rute yang telah ditetapkan di Hormuz, akan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

 

Sumber: Iran Tolak Usulan Prancis Ikut Campur Kelola Selat Hormuz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *