Indonesia Menyapa, Jakarta — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup dan setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut akan menjadi target.
Pernyataan itu disampaikan kurang dari 24 jam setelah Iran sempat membuka kembali selat tersebut.
Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) pada Sabtu (18/4), Angkatan Laut IRGC Iran menyebut penutupan Selat Hormuz berlaku hingga Amerika Serikat mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.
Teheran menilai blokade itu melanggar kesepakatan gencatan senjata dalam konflik AS-Israel melawan Iran.
“Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh bergerak dari tempat penjangkarannya di Teluk Persia dan Laut Oman,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC Iran, dikutip dari Al Jazeera pada Minggu (19/4).
“Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh dan kapal yang melanggar akan dijadikan target,” lanjut pernyataan tersebut.
Dalam sebuah wawancara di televisi, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali Teheran.
Pria yang juga berperan sebagai negosiator senior dalam pembicaraan perdamaian Iran-AS itu menilai keputusan Washington menerapkan blokade dalam beberapa hari terakhir sebagai keputusan yang ceroboh.
“Ini adalah keputusan yang ceroboh dan bodoh,” ujar Mohammad Bagher Ghalibaf.
Pengumuman dibukanya Selat Hormuz keluar seiring gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon.
Saat itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur air tersebut terbuka sepenuhnya bagi kapal komersial, yang sempat mendorong harga minyak global turun.
Lebih dari selusin kapal komersial dilaporkan sempat melintas sebelum IRGC mengeluarkan pernyataan penutupan kembali.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pun melaporkan kapal cepat Iran sempat menembaki dua kapal komersial ketika Selat Hormuz ditutup lagi.
Kementerian Luar Negeri India juga menyatakan dua kapal berbendera India terlibat dalam sebuah insiden penembakan di kawasan Selat Hormuz.
Sejumlah kapal dagang dilaporkan menerima pesan radio dari Angkatan Laut IRGC yang memperingatkan agar tidak melintasi Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran tidak dapat memeras Washington dengan menutup Selat Hormuz.
Ia memperingatkan akan mengakhiri gencatan senjata jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu pada Rabu (22/4). Trump juga menegaskan blokade angkatan laut terhadap Iran akan tetap berlaku.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan angkatan laut negaranya siap memberikan “kekalahan pahit” kepada musuh-musuhnya.
Sumber: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Nekat Melintas Jadi Target

