Indonesia Menyapa, Jakarta — Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai Presiden Prabowo Subianto sangat bijaksana saat bertemu dengan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri dalam upacara Hari Lahir Pancasila Senin (2/5/2025).
Dalam upacara yang digelar di halaman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Megawati tampak mendampingi Prabowo menuju lapangan upacara.
Sementara di belakang keduanya, terdapat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Momen ini menjadi sorotan karena menurut Hensa, ini menjadi kali pertama Megawati dan Gibran bertemu secara langsung dalam acara resmi setelah Pilpres 2024.
Hendri menilai, momen tersebut tak hanya mencerminkan tata protokoler biasa, tetapi juga menyimpan makna simbolis yang kuat.
“Itu momen pertama kalinya Ibu Megawati dan Gibran bertemu setelah Pilpres 2024, langka melihat keduanya bisa bertemu setelah diisukan hubungan yang tidak baik-baik saja beberapa waktu terakhir,” kata Hendri dalam siaran persnya dikutip pada Selasa (3/5/2025).
Hendri menganggap bahwa posisi berdiri Megawati di depan Gibran menunjukkan hormatnya Prabowo terhadap pemimpin sebelum dirinya.
“Bijaksana sekali Presiden Prabowo menempatkan Megawati untuk berdiri di depan Gibran. Ini menunjukkan sikap kenegarawanan dan penghormatan terhadap sejarah kepemimpinan bangsa,” ujarnya.
Prabowo, kata dia, terlihat sekali ingin merangkul seluruh pihak termasuk Megawati yang tidak berada di dalam pemerintahan saat ini.
“Posisi ini mencerminkan upaya Prabowo untuk merangkul semua elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh dari generasi sebelumnya. Ini adalah sinyal politik yang positif, menunjukkan bahwa pemerintahan baru ingin membangun harmoni dan kesinambungan,” ucap Hendri.
Hendri juga menilai bahwa momen ini bisa menjadi upaya Prabowo meredam spekulasi tentang ketegangan politik antara kubu Megawati dan Gibran pasca-Pilpres 2024.
“Ada isu-isu yang beredar bahwa hubungan politik antara PDIP dan Gibran renggang setelah dinamika pilpres. Namun, kehadiran mereka dalam satu bingkai upacara ini menunjukkan bahwa di atas semua perbedaan, ada kepentingan yang lebih besar, yaitu persatuan bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hendri pun menyoroti pidato Prabowo yang mengancam memberhentikan kabinetnya jika tak bekerja dengan baik.
Menurutnya, itu memperlihatkan bahwa Prabowo sedang betul-betul mengevaluasi kinerja kabinetnya selama ini.
“Itu juga tanda bahwa para menteri harus mawas dirinya, karena itu artinya Prabowo memberitahu bahwa dia sedang melakukan kabinetnya,” imbuh Hendri.
Sumber: Hendri Satrio Sebut Prabowo Bijaksana Tak Tempatkan Gibran di Depan Megawati – TribunNews.com

