Guru Besar UI Tekankan Strategi Adaptif agar UMKM Mampu Bertahan

Indonesia Menyapa, Depok — Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof. Rifelly Dewi Astuti mengungkapkan pentingnya strategi adaptif sebagai pendekatan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menghadapi perubahan pasar yang semakin cepat, disruptif, dan penuh ketidakpastian.

Prof. Rifelly di Kampus UI Depok, Selasa menyoroti perkembangan teknologi digital yang mengubah cara nilai diciptakan, dikomunikasikan, dan dipertukarkan di pasar.

Ia juga menilai perilaku konsumen yang kini berubah signifikan, dari sekadar penerima nilai menjadi co-creator of value yang aktif membentuk pengalaman dan identitas merek.

Perubahan ini menuntut UMKM untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pasar.

Menurutnya, UMKM di Indonesia memiliki karakteristik adaptif yang berbeda dibandingkan perusahaan besar. Dalam keterbatasan sumber daya, keputusan pemasaran UMKM kerap dilakukan secara fleksibel dengan mengandalkan intuisi, pengalaman, dan respons cepat terhadap perubahan pasar.

Pendekatan tersebut berkembang menjadi pemasaran entrepreneurial yang mengintegrasikan prinsip kewirausahaan dan aktivitas pemasaran untuk menciptakan nilai melalui inovasi dan pemanfaatan peluang secara kreatif.

Entrepreneurial diwujudkan melalui tujuh dimensi utama, yakni customer focus (fokus ke pelanggan), innovativeness (inovasi), value creation (cipta nilai), opportunity focus (fokus ke peluang), proactiveness (proaktif), calculated risk-taking (berani ambil risiko terukur)dan resource leveraging.

Orientasi pelanggan memungkinkan UMKM membangun hubungan personel dan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, sementara inovasi membantu UMKM tetap relevan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Karena itu, keberlanjutan UMKM tidak hanya ditentukan kemampuan memperoleh keuntungan jangka pendek, melainkan juga kemampuan beradaptasi, bereaksi cepat terhadap krisis, dan memanfaatkan peluang yang muncul dari ketidakpastian.

Faktor kompetensi pemilik seperti literasi keuangan, jaringan sosial, kapasitas inovasi, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi disebut memiliki peran penting dalam membangun ketahanan usaha.

“Pada akhirnya, kita harus menyadari dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini, keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki sumber daya terbesar atau modal berlimpah, tetapi mereka yang paling adaptif, inovatif, dan paling dekat dengan pelanggannya. Inilah esensi pemasaran entrepreneurial, yang harus ditanamkan pada praktik bisnis sehari-hari terutama UMKM,” ujar Rifelly.

Rifelly menegaskan bahwa pemasaran entrepreneurial memandang keterbatasan bukan sebagai hambatan, melainkan sumber kreativitas yang mendorong UMKM untuk berinovasi, menciptakan solusi baru, dan menangkap peluang yang kerap terlewat oleh bisnis besar.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan kapabilitas kewirausahaan, dukungan kebijakan bagi inovasi dan jejaring UMKM, serta pembangunan pola pikir adaptif melalui pendidikan.

“Keberlanjutan UMKM tidak hanya menjaga usaha tetap bertahan, tetapi juga menjaga harapan, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat Indonesia,” ujar Rifelly.

 

Sumber: Guru besar UI tekankan strategi adaptif agar UMKM mampu bertahan – ANTARA News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *