Indonesia Menyapa, Jakarta — Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Mohamad Guntur Romli menanggapi wacana penyaluran gaji pegawai negeri sipil (PNS) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ia lantas mempertanyakan, apakah wacana tersebut berasal dari wangsit, seperti pernyataan Menteri Koperasi RI (Menko) Ferry Juliantono yang menyebut, asal-usul gagasan soal Kopdes Merah Putih bermula dari ‘wangsit’ alias pesan, amanat gaib, atau ilham dan petunjuk yang diterima seseorang.
Sebelumnya, Ferry mengisahkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya membangun koperasi desa dan kelurahan secara masif sebagai fondasi baru perekonomian nasional dalam rapat kabinet terbatas pada Maret 2025
“‘Saya mendapatkan wangsit bahwa saya ingin mendirikan koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia,'” ujar Ferry menirukan pernyataan Prabowo saat berbicara dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta, Kamis (16/7/2026), dilansir Wartakotalive.
Pernyataan tersebut, segera menarik perhatian karena disampaikan di tengah berbagai perdebatan mengenai efektivitas program Koperasi Merah Putih yang digadang-gadang menjadi mesin baru ekonomi desa.
Namun Ferry menegaskan, istilah ‘wangsit’ yang digunakan Prabowo tidak dimaksudkan sebagai sesuatu yang bersifat mistis.
Menurut dia, gagasan tersebut lahir dari pembacaan terhadap sejarah pembangunan Indonesia.
Prabowo disebut merujuk pada konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana yang pernah dirancang pada era awal kemerdekaan, ketika desa ditempatkan sebagai pusat pembangunan ekonomi nasional.
“Yang dimaksud Presiden bukan sekadar ilham. Ada basis akademik dan historis yang menjadi landasannya,” kata Ferry.
Wangsit Jilid II?
Guntur Romli melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, @gunromli, Sabtu (24/10/2026) lantas mempertanyakan, apakah wacana penyaluran gaji PNS lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berasal dari wangsit, sama seperti gagasan Prabowo soal pendirian KDMP yang pernah diungkap oleh Ferry Juliantono.
Terlebih, wacana penyaluran gaji PNS lewat KDMP juga disampaikan langsung oleh Ferry Juliantono.
Kata politisi berusia 48 tahun tersebut, meski Ferry sudah memberikan klarifikasi soal istilah wangsit, itu sudah terlambat, sebab kesan yang muncul terlanjur berupa program besar yang tidak lahir dari kajian yang tepat.
“Gaji jutaan PNS lewat kooperasi, ini ide dari wangsit juga?” kata Gun Romli, sapaan akrabnya.
“Publik belum lupa, Juli lalu, Menkop Ferry Juliantono sendiri yang membuka cerita. Presiden mengaku mendapat wangsit untuk mendirikan kooperasi desa di seluruh Indonesia.”
“Meski Ferry buru-buru menambal cerita, katanya wangsit itu punya referensi akademis, tapi sudah terlambat. Kesan sudah terlanjur tertanam, program raksasa negara lahir dari bisikan, bukan kajian.”
Kemudian, Gun Romli juga menyoroti tanggapan Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) yang membantah wacana penyaluran gaji PNS lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Apa jawaban jawaban Kemenkeu? Menkeu Suahasil membantah. Gaji PNS tetap dari kas negara. Bendahara negara itu tak satu suara dengan menteri yang mengaku sudah mengajukan anggaran. Ini kabinet atau arisan dukun?” papar Gun Romli.
Lantas, Gun Romli bilang wajar jika publik mempertanyakan jika wacana penyaluran gaji PNS lewat KDMP berasal dari wangsit, sama seperti gagasan pembangunan KDMP.
“Wajar publik bertanya, ide itu Wangsit Jilid 2 kah? Tak satu pun mekanisme teknis dijelaskan. DPR mempertanyakan dasar hukumnya. Wamendagri mengingatkan soal kesiapan,” ujar dia.
Ia lantas mengingatkan bahwa gaji PNS bukanlah uang jajan untuk eksperimen, sedangkan saat ini sistem perbankan yang ada sudah mapan, aman, dan tepat waktu.
“Kenapa dipindahkan ke koperasi yang baru seumur jagung dan belum teruji? Apakah guru, bidan, dan penyuluh harus antri di loket kooperasi tiap bulan seperti antri sembako?” tutur Gun Romli.
“Kalau kas kooperasi macet, siapa yang mengganti? Kalau diselewengkan, siapa yang bertanggung jawab?”
Menkop RI Ferry Ungkap Wacana Penyaluran Gaji PNS Lewat KDMP, Dibantah Menkeu RI Suahasil
Sebelumnya, Menteri Koperasi RI (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan wacana penyaluran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ia mengaku, telah membicarakan hal tersebut dengan Menteri Keuangan RI (Menkeu) Suahasil Nazara dan berencana membahasnya dalam rapat bersama Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu).
“Koperasi sedang menawarkan untuk bisa ikut pembayaran gaji. Tadi saya sudah bicara dengan Pak Menteri Keuangan barusan. Nanti akan dilaksanakan rapat bersama,” kata Ferry di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam, dilansir Kompas.com.
Ferry tak menampik bahwa hal tersebut baru sebatas wacana. Namun demikian ia mengusulkan agar KDKMP dapat menjadi salah satu instrumen pembayaran gaji ASN.
Wacana tersebut kemudian dibantah Menteri Pendayaan Aparatur Negara (Menpan RB), Rini Widyantini.
Ia menilai prinsipnya jangan sampai penyaluran gaji menyusahkan ASN.
“Yang penting ASN itu mendapatkan hak secara mudah, nyaman, transparan. Itu saja, prinsipnya jangan sampai menyusahkan para ASN,” tuturnya.
Sementara itu Menkeu Suahasil menegaskan, pembayaran gaji ASN masih belum disalurkan via KDMP.
Ia mengatakan, gaji ASN akan tetap disalurkan melalui mekanisme yang ada.
“Akan tetap seperti sekarang, saya tetap mentransfer seperti sekarang,” kata Suahasil di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sumber: Gaji PNS Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih, Guntur Romli Lempar Sindiran: Ini Wangsit Juga?

