Indonesia Menyapa, Jakarta — Pernyataan aktor senior Epy Kusnandar mengenai keinginannya untuk dimakamkan di Garut sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.
Banyak yang mengira “wasiat” tersebut mengindikasikan kondisi kesehatan Epy menurun atau firasat akan sesuatu yang buruk.
Menanggapi berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat, putra Epy Kusnandar, Damar Rizal, akhirnya angkat bicara.
Dia menjelaskan pemahaman publik mengenai “wasiat” sang ayah, khususnya yang berkaitan dengan lokasi pemakaman.
Menurut Damar, “wasiat” yang sempat terlontar dari sang ayah bukanlah sebuah pesan yang mengindikasikan kondisi kesehatan menurun atau firasat akan kepergian.
Dia mengatakan hal itu lebih berkaitan dengan totalitas pendalaman karakter Epy Kusnandar dalam berakting.
“Sebetulnya itu selain masalah kesehatan atau apa ya, ini nih mungkin yang jarang orang tahu, karena ketika satu terlibat dalam satu take, satu peran pasti selalu itu yang diolah, biar nggak lepas dari karakter,” kata Damar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
“Ketika terucap itu, papap lagi memerankan tokoh itu kan, tokoh yang selalu wasiat-wasiat, karena agak terbatas apa yang mau diomongin, tetapi karena ini dalam rangka karakter ini jadi selalu terbawa sama itu,” tuturnya.
Damar menekankan publik seringkali salah mengartikan ucapan ayahnya tersebut sebagai sebuah firasat pribadi, padahal itu bagian dari proses kreatif dan dedikasi Epy pada setiap karakter yang diperankan.
Kendati demikian, Damar tidak menampik sang ayah memang memiliki pemikiran mendalam tentang kehidupan dan kematian.
Namun, hal itu lebih ke pada refleksi umum tentang usia dan siklus kehidupan yang dialami setiap manusia.
“Kalau ngomongin kesehatan mungkin, itu bukan masalah kesehatan lebih ke umur yang siapapun, nggak tahu sebenarnya dan mungkin papap merasa di umur segini melihat teman-temannya, teman dekatnya mungkin sudah berpulang, terus sebelumnya, ibunya,” tutur Damar.
Damar menduga sang ayah mungkin merasa di usianya yang sudah tidak muda lagi, serta melihat banyak teman dekat dan ibunya (nenek Damar) telah berpulang.
Dia meyakini hal tersebut memunculkan naluri manusia untuk merenungkan akhir kehidupan dan mempersiapkan diri.
“Melihat teman-temannya, teman dekatnya pada berpulang, terus melihat ibunya, nenek saya, selalu diingatkan akan hal itu,” ujarnya.
Sumber: Epy Kusnandar Singgung Wasiat Ingin Dimakamkan di Garut, Sang Putra Beri Penjelasan

