Indonesia Menyapa, Jakarta — Ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita, memberikan doa tulus untuk anak pertamanya. Doa itu disampaikan mama Amy dalam Instagram miliknya.
“Tidak ada doa yang lebih tulus daripada doa seorang ibu untuk anaknya. Dalam keadaan apa pun, ketika dunia terasa begitu berat, ketika fitnah, kebencian, dan tuduhan datang silih berganti, Ibuu akan selalu berdiri untuk menguatkan anaknya,” buka Amy Qanita dalam Instagram miliknya dilihat detikcom, Senin (2/11/2026).
Mama Amy meminta agar Raffi Ahmad selalu dijaga dalam setiap langkahnya.
“Mungkin Mama tak mampu membungkam semua mulut yang menyakiti anak Mama, tetapi Mama punya doa yang tak pernah berhenti mengetuk pintu langit. Ya Allah, jagalah anakku dari segala keburukan, lindungilah dari fitnah dan kezaliman, kuatkan hatinya dalam setiap ujian, dan jangan biarkan kebencian manusia memadamkan kebaikan dalam dirinya,” lanjutnya.
“Karena seorang Ibu tidak selalu bisa melindungi anaknya dengan kedua tangannya, tetapi Mama akan selalu menitipkan anaknya dalam penjagaan Allah melalui setiap doanya,” jelasnya.
“Biarlah manusia berkata apa saja, karena seorang ibu percaya, Allah Maha Mengetahui kebenaran yang sesungguhnya,” tutup Amy Qanita.
Permintaan Maaf Raffi Ahmad
Raffi Ahmad memang sedang menjadi perbincangan, usai hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang berlangsung di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).
Suami Nagita Slavina itu sudah menyampaikan permintaan maaf dalam Instagram miliknya. Dalam pernyataan resminya, Raffi Ahmad menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul pasca-kehadiran di lokasi deklarasi. Ia menegaskan kehadirannya, semata-mata memenuhi undangan penyelenggara dengan niat mendukung gerakan pemuda.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan, kehadiran Raffi Ahmad beserta kreator konten Willie Salim, adalah murni atas undangan dari pihak kepolisian selaku penyelenggara acara. Pihak kepolisian pun menyampaikan permohonan maaf serta siap menerima seluruh kritik publik sebagai bahan evaluasi kegiatan.
Saat berorasi di hadapan peserta deklarasi pada 29 Oktober lalu, Raffi Ahmad sempat menyampaikan pesan penting mengenai tantangan modern yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Ia menyoroti bagaimana perjuangan pemuda telah bergeser dari perjuangan fisik ke pertempuran melawan arus disinformasi di era digital.
“Kalau di zaman dulu, mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya, jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah,” tegas Raffi kala itu.
Sumber: Doa Amy Qanita untuk Raffi Ahmad

