Dituding Bahayakan Remaja, ChatGPT akan Dikontrol Orang Tua

Indonesia Menyapa, Jakarta — OpenAI akhirnya menerapkan kontrol orang tua pada ChatGPT. Pembaruan keamanan ini muncul setelah Komisi Perdagangan Federal (FTC) baru-baru ini meluncurkan penyelidikan terhadap beberapa perusahaan teknologi, termasuk OpenAI, mengenai bagaimana chatbot AI seperti ChatGPT berpotensi berdampak negatif terhadap anak-anak dan remaja.

FTC ingin memahami langkah-langkah apa yang telah diambil perusahaan-perusahaan ini untuk mengevaluasi keamanan chatbot ini ketika digunakan oleh anak muda. Dalam sebuah postingan blog, OpenAI mengumumkan bahwa orang tua akan dapat menghubungkan akun pribadi mereka dengan akun anak-anak, menonaktifkan fitur sesuai kebutuhan, mendapatkan peringatan jika anak-anak mereka tampak dalam kesulitan saat mengobrol dengan ChatGPT.

Selain fitur-fitur yang akan diluncurkan pada akhir bulan ini, mereka juga berencana untuk memberikan ChatGPT kemampuan untuk mendeteksi apakah pengguna berusia di bawah 18 tahun dan melindungi mereka dari konten yang tidak sesuai usia. Belum jelas bagaimana fitur tersebut akan bekerja.

“Jika kami tidak yakin dengan usia seseorang atau informasi yang kami miliki tidak lengkap, kami akan mengambil jalan yang lebih aman dan memilih pengalaman di bawah 18 tahun-dan memberi orang dewasa cara untuk membuktikan usia mereka guna membuka potensi orang dewasa,” demikian bunyi postingan tersebut.

CEO OpenAI, Sam Altman dalam postingan blog terpisah berjanji akan berupaya memberikan pengalaman lebih aman kepada remaja. “Kami mengutamakan keselamatan daripada privasi dan kebebasan bagi remaja, ini adalah teknologi baru dan canggih, dan kami yakin anak di bawah umur membutuhkan perlindungan signifikan,” tulisnya.

 

Sumber: Dituding Bahayakan Remaja, ChatGPT akan Dikontrol Orang Tua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *