Indonesia Menyapa, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Nias Barat memperkuat langkah strategis pengembangan UMKM dengan memaparkan potensi dan arah pembangunan ekonomi daerah pada pertemuan dengan Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza beserta jajaran Kementerian UMKM di Jakarta, Rabu 9 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., menegaskan bahwa sektor pertanian, kelautan, dan pariwisata yang menyumbang lebih dari 53 persen PDRB daerah merupakan kekuatan ekonomi yang perlu diolah lebih jauh melalui hilirisasi dan industri pengolahan lokal.
Bupati menilai, potensi tersebut tidak cukup hanya menghasilkan bahan mentah yang kemudian dipasarkan ke luar daerah. Ia menilai hilirisasi penting untuk mempertahankan nilai tambah tetap berada di Nias Barat, membuka lapangan usaha, memperluas kesempatan kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Karena itu, penguatan UMKM ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang tumbuh dari potensi lokal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam audiensi itu, Bupati Eliyunus Waruwu juga menyampaikan kondisi 1.909 pelaku usaha yang tercatat sebagai UMKM, dengan sekitar 97 persen di antaranya masih berada pada skala mikro.
“Kondisi ini menjadi dasar perlunya intervensi yang lebih tepat dan terarah agar pelaku usaha tidak berhenti pada tahap bertahan, tetapi mampu berkembang, meningkatkan kualitas produksi, serta menjangkau pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah mengusulkan lima langkah strategis, antara lain dukungan mesin dan peralatan produksi, penguatan legalitas serta sertifikasi produk, perluasan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pembukaan akses pasar.
Upaya ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi UMKM Nias Barat untuk naik kelas sekaligus memperkuat ekosistem usaha berbasis potensi daerah.
Langkah penguatan UMKM tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu dan Wakil Bupati Sozisokhi Hia, CERAH (Cerdas, Sejahtera, dan Sehat). Cerdas diwujudkan melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, inovasi, dan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola serta mengembangkan usahanya.
Sejahtera diarahkan pada terciptanya usaha yang produktif, meningkatnya pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, serta bertambahnya nilai ekonomi dari potensi lokal Nias Barat, sementara Sehat dimaknai sebagai terbangunnya kehidupan masyarakat yang lebih baik dan mandiri, didukung lingkungan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
“Dengan demikian, hilirisasi potensi pertanian, kelautan, dan pariwisata serta UMKM yang naik kelas bukan sekadar agenda ekonomi, tetapi menjadi bagian dari jalan besar Pemkab Nias Barat menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Sumber: Bupati Eliyunus Dorong UMKM Naik Kelas melalui Hilirisasi dan Perluasan Pasar – RRI.co.id

