Indonesia Menyapa, Jakarta — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi partisipasi 22 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jakarta dari sektor fesyen, kriya, dan makanan halal dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
“Memfasilitasi dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan nilai tambah produk lokal,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan dari 22 UMKM yang difasilitasi, 17 UMKM merupakan peserta program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia yang menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan daya saing pelaku usaha dalam ekosistem industri halal baik pada segmen business to consumer(B2C) maupun segmen business-to-business (B2B).
Pada segmen B2C, keikutsertaan UMKM menjadi sarana untuk menjangkau konsumen secara langsung dan memperluas pengenalan produk.
“Sementara itu, segmen B2B membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring bisnis dan menjajaki kerja sama dengan calon pembeli maupun mitra distribusi,” kata Iwan.
Salah satu capaian strategis diwujudkan melalui business matching dengan pembeli internasional, Ben Helen Trading dari Belanda. Dalam penjajakan tersebut, CV Boga Rinset Indonesia (Cuan-Q) mencatat potensi kesepakatan bisnis senilai Rp1,3 miliar, sedangkan PT Sejiwa Kreasi Bersama (Tepa Selira) sebesar Rp3,1 miliar untuk periode satu tahun ke depan.
Secara keseluruhan, kedua penjajakan tersebut memiliki potensi nilai bisnis mencapai Rp4,4 miliar. Capaian ini memperkuat peran ISEF sebagai platform promosi sekaligus fasilitasi perluasan akses pasar dan kemitraan internasional bagi UMKM Jakarta.
Iwan mengatakan, partisipasi UMKM Jakarta dalam ISEF 2026 mencerminkan kesinambungan upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan kualitas produk, inovasi, dan kesiapan memasuki pasar yang lebih kompetitif.
“Melalui program IKRA dan fasilitasi pengembangan UMKM lainnya, KPwBI Provinsi DKI Jakarta mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk, mengembangkan jejaring pemasaran, serta mengoptimalkan potensi bisnis dalam rantai nilai industri halal,” kata Iwan.
Pendekatan ini, sambung dia, diharapkan mampu memperkuat posisi produk lokal dan meningkatkan kesiapan UMKM untuk menjangkau pasar domestik maupun internasional.
Ke depan, KPwBI Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui pembinaan berkelanjutan dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Adapun ISEF 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital, ISEF ke-13 menjadi momentum penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan industri halal, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong perluasan akses pasar.
Sumber: BI DKI fasilitasi 22 UMKM di ISEF 2026 – ANTARA News

