Berkah Ramadan, UMKM Kue Kering Asal Babel Banjir Pesanan, Omzet Berlipat Ganda

UMKM

Indonesia Menyapa, Jakarta — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang menjual kebutuhan Lebaran, mendapatkan berkah di Bulan Ramadan ini.

Salah satu yang merasakan berkah Ramadan ialah rumah produksi Zulaikhah Cake di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Pemilik usaha, Zulaikhah (42) mengatakan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi periode panen terbesar bagi usahanya.

Saat musim Lebaran, dia mampu memproduksi sekitar 1,5 hingga 2 ton kue kering dengan melibatkan 20 hingga 30 pekerja, jauh lebih banyak dibanding hari biasa yang hanya sekitar tujuh orang.

“Kalau omzet Lebaran meningkat sangat pesat dari kue kering dan kue basah. Ini peningkatannya bisa 17 kali lipat atau lebih dari 1.000 persen dari omzet bulanan kita yang biasa,” ucap Zulaikhah dalam keterangannya dikutip, Jumat (27/2).

Zulaikhah merintis usaha kue kering dan basah sejak 2012 dengan modal awal seadanya, yakni Rp 25 juta. Selama 14 tahun perjalanan bisnis yang digeluti, dia mengaku mengalami fase naik turun sebelum akhirnya mampu memperluas pasar.

Dukungan modal dari korporasi pun mampu mendukung dapur rumahan menjadi tumpuan hidup yang menyejahterakan masyarakat di daerah.

Setelah bergabung dalam program pembinaan UMKM binaan PT Timah Tbk (TINS), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, Zulaikhah merasakan banyak perkembangan positif.

Sejak tujuh hingga delapan tahun lalu, Zulaikhah mendapat berbagai dukungan.

Adapun dukungan itu mulai dari pinjaman, pelatihan pemasaran dan manajemen, hingga bantuan alat produksi seperti mixer.

Dia juga rutin diajak mengikuti pameran dan bazar untuk memperluas jaringan pemasaran.

“Dari PT Timah kami sempat kemarin diajak bazaar ke Jakarta. Di Bandung juga pernah. Jadi, sekarang pun pembelinya juga sudah dari berbagai kota di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Zulaikhah, dukungan permodalan menjadi penopang utama dalam perkembangan usahanya, terutama menjelang Lebaran saat kebutuhan bahan baku melonjak.

Dia berharap ada skema pembiayaan yang lebih fleksibel agar pelaku usaha kecil dapat menjaga arus produksi.

“UMKM ini memang butuh bantuan modal untuk produksi, apalagi sebelum Lebaran. Harapannya ke depan bisa ada tambahan plafon pinjaman supaya usaha kami bisa terus berkembang,” kata dia.

Keberhasilan Zulaikhah Cake asal Bangka ini merupakan bukti semangat penciptaan nilai tambah yang diusung Grup MIND ID. Dalam konteks sosial, upaya menambah nilai tersebut tidak hanya tercermin pada industri hulu-hilir, tetapi juga pada penguatan UMKM binaan.

Melalui dukungan permodalan, pelatihan, dan akses pasar, UMKM binaan MIND ID diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

 

Sumber: Berkah Ramadan, UMKM Kue Kering Asal Babel Banjir Pesanan, Omzet Berlipat Ganda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *