BBM Naik Muncul Aksi Jahit Mulut, Seruan Menuju Indonesia Bangkrut hingga Reformasi Jilid II

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Makin hari makin ramai gelombang aksi protes atas naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax hingga anjloknya nilai tukar rupiah ke level 17.989 per dolar Amerika Serikat (AS).

Daftar harga BBM terbaru per 10 Juni 2026 mengalami perubahan setelah Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green.

Kenaikan harga berlaku mulai Rabu (10/6/2026) di seluruh wilayah pemasaran Pertamina.

Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Tribunnews.com merangkum gelombang protes ini mulai terjadi di daerah seperti Kendari Sulawesi Utara, Lampung, Jateng, Bandung hingga ke ibu kota.

Di antaranya aksi jahit mulut oleh tiga pemuda di Lampung saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto.

Demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk memberikan tenggat waktu 18 hari kepada pemerintah untuk memperkuat nilai rupiah hingga muncul isu “Reformasi Jilid II”

Unjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, berakhir dibubarkan aparat kepolisian pada Rabu malam.

Demonstrasi yang berlangsung di Jalan Cikini Raya sempat diwarnai ketegangan antara peserta aksi dan petugas. Namun situasi tetap terkendali dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB.

Di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) juga menggelar aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM non subsidi.

Demonstrasi berlangsung di kawasan Bundaran Tank sejak pukul 16.00 hingga 21.00 Wita dan sempat diwarnai pembakaran ban bekas di tengah jalan.

Berikutnya Mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung Raya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (11/6/2026).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan kemarahan, terhadap sejumlah kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjawab persoalan rakyat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi, dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional, hingga pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang dianggap berpotensi mempersempit ruang sipil.

Teranyar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026) hari ini.

 

BEM UI Demo di HI Serukan Menuju Indonesia Bangkrut

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026) hari ini mulai pukul 10.00 WIB.

Sebanyak 1.500 orang dari berbagai fakultas Universitas Indonesia diperkirakan mengikuti aksi tersebut.

Aksi ini didorong rasa prihatin terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Tak hanya BEM UI, sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek juga akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat.

Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (10/6/2026) malam.

Lantas, apa saja tuntutan aksi demo di Bundaran HI?

Para mahasiswa menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, sempitnya lapangan kerja, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

“Kami juga mengundang kepada seluruh elemen masyarakat mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta komunitas pecinta pelari serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah,” ujar Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Dalam aksi tersebut, akan disampaikan lima tuntutan utama yakni:

Menghentikan pemborosan APBN
Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Menghentikan militerisme di ranah sipil
Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Aksi demo akan terpusat di kawasan Bundaran HI yang merupakan salah satu simpul lalu lintas utama di Jakarta.

Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di kawasan pusat Jakarta, sebaiknya mulai memetakan rute alternatif agar perjalanan tidak terganggu.

Untuk kendaraan dari arah Bundaran HI menuju Jakarta Selatan, rute pengalihan yang bisa diambil yakni ke Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi.

Sementara itu, kendaraan yang mengarah ke Tanah Abang dan Jakarta Barat dapat berputar melalui Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, serta Jalan KH Mas Mansyur.

Selain kawasan Bundaran HI, penyesuaian arus kendaraan juga dapat dilakukan di sejumlah titik lain di Jakarta Pusat apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi secara bersamaan, seperti kawasan Patung Kuda dan sekitar Gedung DPR RI.

Menggunakan transportasi umum juga dapat menjadi pilihan untuk menghindari potensi antrean kendaraan di sekitar lokasi aksi.

 

Reaksi BIN

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons singkat terkait munculnya seruan aksi mahasiswa yang mengangkat isu “Reformasi Jilid II”. Di tengah meningkatnya dinamika aspirasi publik yang disuarakan sejumlah kelompok mahasiswa, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa agar berbagai perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi hal yang merugikan.

Herindra menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Ia mengingatkan bahwa situasi nasional perlu dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan,” kata Herindra.

Ia juga menambahkan agar berbagai dinamika yang muncul tidak berkembang menjadi situasi yang dapat merugikan kepentingan bersama.

“Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan lah bagi kita semua ya. Itu saja,” lanjutnya.

Sebelumnya, isu “Reformasi Jilid II” mencuat setelah massa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah menggelar aksi di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk memberikan tenggat waktu 18 hari kepada pemerintah untuk memperkuat nilai rupiah.

Dalam demonstrasi itu, para mahasiswa juga melakukan aksi simbolik dengan membakar uang mainan rupiah sebagai bentuk protes terhadap melemahnya nilai mata uang nasional di hadapan mata uang asing. Aksi tersebut kemudian menjadi sorotan publik karena dianggap sebagai simbol kritik terhadap kondisi ekonomi yang sedang berlangsung.

Kelompok mahasiswa tersebut juga menyampaikan bahwa apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan melanjutkan aksi dengan agenda yang mereka sebut sebagai “Reformasi Jilid II”.

 

Sumber: BBM Naik Muncul Aksi Jahit Mulut, Seruan Menuju Indonesia Bangkrut hingga Reformasi Jilid II – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *