Indonesia Menyapa, Jakarta — Amerika Serikat (AS) menolak memberikan visa masuk terhadap Presiden Palestina Mahmoud Abbas jelang pelaksanaan Sidang Umum PBB di New York, pekan depan. Kebijakan ini menjadi tahun kedua berturut-turut AS menolak memberikan visa bagi pemimpin Palestina itu.
Dilansir AFP, Kamis (17/9/2026), otoritas AS tak menjelaskan alasan penolakan visa yang kedua kalinya bagi Presiden Palestina tersebut. Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri AS menuduh Otoritas Palestina dan organisasi-organisasi lainnya “gagal melakukan reformasi”.
Kementerian Luar Negeri AS pada Rabu (16/9) menyebut akan memperpanjang sanksi visa yang melarang masuknya anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan pejabat Otoritas Palestina (PA) beberapa hari sebelum Sidang Umum PBB dimulai. Mereka menyatakan para pejabat Palestina “Mengabaikan negosiasi dengan mencari pengakuan sepihak” atas negara Palestina.
Kementerian Luar Negeri AS juga menilai PLO dan PA memberi tunjangan kepada teroris serta menggaungkan terorisme.
“Sebagai konsekuensi dari kegagalan mereka untuk melakukan reformasi Amerika Serikat akan memperpanjang sanksi yang menolak pemberian visa kepada anggota PLO dan pejabat PA,” kata Kementerian Luar Negeri AS, dikutip dari Anadolu Agency.
Untuk diketahui, tahun lalu AS juga menolak visa bagi pejabat PLO dan PA menjelang Sidang Umum PBB. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidatonya secara daring.
Sumber: AS Tolak Visa Presiden Palestina Jelang Sidang PBB di New York

