Indonesia Menyapa, Jakarta — Unit layanan teknologi informasi dari Samsung Group asal Korea Selatan Samsung SDS Co. pada Selasa mengatakan akan memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan kecerdasan buatan (AI) global, termasuk OpenAI dan Anthropic, dalam upaya mendorong inovasi melalui transformasi AI.
Perusahaan mengumumkan hal tersebut dalam konferensi tingkat tinggi tahunannya. Dalam acara itu, Samsung SDS memaparkan visi untuk mempercepat transformasi AI yang disebut AX di berbagai lini bisnis dan proses kerja.
Samsung SDS mengatakan akan menjadi perusahaan Korea Selatan pertama yang berpartisipasi sebagai mitra percontohan dalam Daybreak Partner Program milik OpenAI.
Daybreak merupakan inisiatif keamanan siber OpenAI yang dirancang untuk mengintegrasikan model AI terdepan ke dalam alur kerja keamanan perangkat lunak sejak tahap awal pengembangan.
Samsung SDS juga mengatakan telah menjalin kemitraan strategis dengan Anthropic PBC di San Francisco pada Juli, sekaligus menjadi perusahaan Korea Selatan pertama yang melakukan kerja sama tersebut.
Kedua perusahaan akan bekerja sama mengidentifikasi peluang bisnis AX baru dengan menggabungkan kemampuan teknologi dan keahlian bisnis masing-masing.
“AX bukan sekadar mengurangi waktu dan biaya. AX berarti merancang ulang sepenuhnya cara bisnis dan pekerjaan dilakukan dari awal,” kata CEO Samsung SDS Lee Joon-hee dalam pidato pembuka. “AI mengubah cara kita bekerja, tetapi AX mengubah bisnis,” imbuhnya.
Samsung SDS menerapkan strategi “client zero”, yakni menerapkan dan menguji solusi AX terlebih dahulu dalam operasional internal perusahaan sebelum memperluasnya kepada pelanggan.
Perusahaan tengah membangun kapabilitas AX di tujuh proses internal utama, termasuk pengembangan, pengadaan, dan manajemen kualitas, sebelum menerapkan hasilnya pada operasional pelanggan. Demikian disiarkan Yonhap, Selasa.
Sumber: Samsung SDS perluas kemitraan AI dengan OpenAI dan Anthropic – ANTARA News

