Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap II, Prabowo: Hilirisasi Jalan Menuju Kebangkitan Nasional

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Pemerintah akan terus mendorong proyek hilirisasi nasional. Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa hilirisasi merupakan jalan menuju kebangkitan nasional.

Hilirisasi adalah proses pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi, sehingga meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing suatu negara.

Program hilirisasi merupakan bagian dari memperkokoh fondasi pembangunan yang telah dilakukan para pemimpin terdahulu.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

“Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Yang kita lakukan di banyak bidang, dalam tahun pertama pemerintahan yang saya pimpin, yang kita lakukan adalah memperkuat fondasi yang sudah dilakukan oleh presiden-presiden terdahulu dari mulai presiden pertama sampai ke presiden ketujuh,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa kebangkitan bangsa ditempuh dengan perjalanan yang jauh dan berat. Mulai dari peperangan fisik melawan penjajah, hingga kemudian perang ideologi.

Kebangkitan bangsa juga tidak mudah karena kemajuan teknologi yang membuat dunia semakin kecil. Apa yang terjadi di negara lain akan berpengaruh kepada Indonesia.

“Terjadi perang di Ukraina berpengaruh kepada harga jagung, harga gandum, harga minyak. Apalagi perang lagi di Gaza, apalagi perang lagi di Teluk Persia, Iran lawan Amerika-Israel,” tuturnya.

Mantan Menteri Pertahanan tersebut mengatakan bahwa kebangkitan bangsa bisa dicapai dengan kerja keras yang berkelanjutan.

Berdasarkan sejarah perkembangan dunia yang ia pelajari, salah satu syarat agar suatu bangsa bisa bangkit adalah persatuan yang kuat.

“Satu-satunya jalan menuju kebangkitan suatu bangsa yang berhasil adalah nasionalisme, adalah cinta tanah air, adalah persatuan nasional,” katanya.

Menurut Prabowo, untuk memperkuat persatuan tidaklah mudah. Negara-negara besar yang ingin melakukan hegemoni telah menyadari itu.

Agar bisa menguasai bangsa lain, negara-negara besar berupaya mengganggu persatuan yang telah terjalin.

Prabowo mencontohkan kedatangan bangsa lain ke Nusantara pada zaman dulu.

“Dan apa yang ingin dikuasai? Yang ingin dikuasai adalah kekayaan, resources, resources. Kekuatan-kekuatan besar dunia pada saat itu datang ke Nusantara ini ratusan tahun yang lalu karena apa? Karena Nusantara kaya,” katanya.

Oleh karena itu, kata Prabowo, bangsa Indonesia harus bersatu berani. Salah satu bentuk keberanian tersebut yakni hilirisasi. D

engan hilirisasi, bangsa Indonesia berani menguasai dan mengolah sumber daya itu di negaranya sendiri.

“Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” pungkasnya.

 

13 Proyek Hilirisasi Diresmikan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Groundbreaking tersebut mencakup 13 proyek strategis hilirisasi dengan nilai kurang lebih Rp 116 triliun.

“Meliputi lima proyek di sektor energi, lima proyek di sektor mineral, tiga proyek di sektor pertanian,” kata Presiden.

Proyek hilirisasi ini kata Prabowo akan terus berlanjut kedepannya. Setelah groundbreaking proyek hilirisasi tahap 2, akan ada lagi grounbreaking lanjutan pada tahun ini.

“Tadi sudah disebut hilirisasi tahap pertama ada 13 proyek di 13 lokasi dan saat ini tahun ini juga kita akan tambah hilirisasi mungkin enam lagi proyek. Dan terus-menerus akan kita tambah. Mungkin ada tahap keempat, kelima, keenam insyaallah tahun ini juga,” katanya.

Sementara itu Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan proyek hilirisasi tahap II merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem industri nasional.

Sebelumnya pada tahap pertama telah dilakukan groundbreaking proyek hilirisasi di sejumlah sektor industri.

“Fase pertama sudah dilakukan pada tanggal 6 Februari 2026 yang lalu di 11 titik, Bapak Presiden. Itu menyangkut di antaranya adalah smelter alumina di Kalimantan Barat, bioaftur di Jawa Tengah, bioetanol dan pengolahan garam industri di Jawa Timur, hingga beberapa pembangunan dari peternakan ayam terintegrasi di berbagai tempat di lokasi di Indonesia,” katanya.

Adapun 13 proyek hilirisasi tahap II ini terdiri dari berbagai pengembangan di sektor pengolahan dan pemurnian yang terintegrasi, mencakup peningkatan kapasitas refinery, pengembangan produk turunan bernilai tambah, serta pembangunan fasilitas pendukung yang memperkuat rantai pasok industri nasional.

Berikut 13 proyek hilirisasi:

  • Proyek 1 dan 2: Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai (Riau) dan Cilacap (Jawa Tengah);
  • Proyek 3, 4, 5: Pembangunan Tangki Operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (Nusa Tenggara Timur);
  • Proyek 6: Fasilitas Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim (Sumatera Selatan);
  • Proyek 7: Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel di Indonesia Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah);
  • Proyek 8: Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal di Cilegon (Banten);
  • Proyek 9: Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton di Karawang (Jawa Barat);
  • Proyek 10: Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik (Jawa Timur);
  • Proyek 11: Pengolahan Sawit menjadi Oleofood dan Biodiesel di Sei Mangkei (Sumatera Utara);
  • Proyek 12: Fasilitas Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Maluku Tengah (Maluku);
  • Proyek 13: Fasilitas Terpadu Kelapa terintegrasi menghasilkan MCT, coconut flour, dan activated carbon di Maluku Tengah (Maluku).

 

Sumber: Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Tahap II, Prabowo: Hilirisasi Jalan Menuju Kebangkitan Nasional – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *