Sebulan Berlalu, 173 Korban Banjir Sumatra Belum Diketahui Nasibnya, Pencarian Terus Dilakukan

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatra, sudah sebulan berlalu.

Bencana yang terjadi di akhir November 2025 itu, mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada 1.135 korban kehilangan nyawanya.

Korban terbanyak berasal dari Provinsi Aceh mencapai 503 orang, sementara Sumatra Utara 371 orang dan Sumatra Barat 261 orang.

Untuk korban hilang, ada 173 orang yang belum diketahui nasibnya hingga sekarang.

Rinciannya 31 korban di Aceh, 70 orang di Sumatra Utara, dan 72 orang di Sumatra Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari memastikan, pencarian akan terus dilakukan.

“Tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan relawan terus melakukan proses pencarian di lokasi kabupaten/kota yang masih terdapat daftar pencarian orang,” katanya, dikutip dari
kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (26/12/2025).

Abdul juga melaporkan masih ada 489.864 orang mengungsi.

Mayoritas berada di Provinsi Aceh dengan total 466.667 orang, Sumatra Utara 13.262 orang, dan di Sumatra Barat 9.935 orang.

 

Pembukaan Akses Jalan

Abdul Muhari menjelaskan, pembukaan akses jalan guna mempercepat distribusi bantuan turut dikebut.

Seperti pembangunan jembatan di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara dan di Wih Ni Pase, Kabupaten Bener Meriah.

“Target dari pemulihan jembatan nasional dan ruas jalan nasional ditargetkan secara umum di 30 Desember 2025.”

“Meskipun ada beberapa titik diperkirakan selesai di minggu pertama Januari 2026,” urainya.

Abdul Muhari berharap, dengan terbukanya akses dapat mempercepat pemulihan titik-titik bencana.

Di sisi lain, bantuan logistik dari pemerintah maupun masyarakat terus mengalir.

Sudah ada 2.361,93 ton bantuan yang tersalurkan.

Di akhir laporannya, Abdul Muhari menyoroti perihal kondisi cuaca di wilayah Sumatra yang memasuki puncak musim penghujan.

Oleh karenanya, modifikasi cuaca dilakukan demi memudahkan penanganan bencana.

“Hampir satu bulan kita melakukan modifikasi cuaca, intensitas sangat-sangat berkurang signifikan.”

“Hari dengan hujan dengan hari tanpa hujan di tiga provinsi ini dalam sebulan lebih banyak tanpa hujannya,” katanya.

Meski demikian lanjut Abdul Muhari, masih ada beberapa titik diguyur hujan dengan intensitas tinggi hingga terjadi banjir susulan.

“Informasi yang kita dapatkan tidak ada korban atau dampak menambah (bencana) sebelumnya,” tutupnya.

 

Sumber: Sebulan Berlalu, 173 Korban Banjir Sumatra Belum Diketahui Nasibnya, Pencarian Terus Dilakukan – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *