Indonesia Menyapa, Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua, pada Selasa, (13/1/2026).
Di Papua, Mantan Wali Kota Solo tersebut akan meninjau sejumlah program prioritas dan pembangunan infrastruktur seperti sekolah rakyat dan rumah sakit.
Kunjungan Gibran kali ini untuk memastikan pemerataan pembangunan Papua berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Pantauan reporter Tribunnews Taufik Ismail di lokasi, orang nomor dua di Indonesia tersebut bertolak dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, pada pukul 06.00 WIB dengan menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737-800 NG dengan nomor tail A-7309.
Wakil Presiden menuju Papua bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai.
Rencananya Wapres akan menuju Biak dan Wamena.
Percepatan Pembangunan Papua
Sebelumnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming memimpin rapat terkait percepatan pembangunan Papua di Gedung Keuangan Negara, Manokwari, Papua Barat, Selasa, (4/11/2025).
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah lembaga termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Dalam rapat tersebut Gibran memintaan akselerasi pembangunan di Papua berjalan dua kali lipat.
Pasalnya pemerintah pusat telah membentuk dua lembaga khusus untuk mengawal pembangunan di Papua.
“Ini karena sekarang sudah ada dua lembaga Ini saya minta kecepatan, akselerasi pembangunan Ini harus dua kali lipat, Inovasi dalam perumusan kebijakan harus dua kali lipat, manfaat nyata yang diterima masyarakat harus dua kali lipat,” kata Gibran.
Dua lembaga tersebut yakni Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
Selain itu dalam rapat tersebut Gibran menekankan bahwa pembangunan Papua harus berkelanjutan.
Pembangunan Papua tidak hanya bisa dilakukan dalam jangka pendek saja. Oleh karenanya pengambilan keputusan atau kebijakan terkait Papua harus berdasarkan skala prioritas.
“Harus berdasarkan data, data dan fakta yang ada di lapangan,” katanya.
Gibran mencontohkan dalam bidang kesehatan. Menurutnya dalam menentukan kebijakan di bidang kesehatan harus memperhatikan sejumlah indikator. Diantaranya yakni umur harapan hidup, prevelansi stunting, jumlah rumah sakit, jumlah puskesmas, hingga jumlah peserta yang sudah dilayani oleh program cek kesehatan gratis.
” Ini nanti ke depan harus jadi perhatian kita semua,”katanya.
Kemudian dalam bidang pendidikan. Sejumlah indikator harus diperhatikan agar kebijakan yang diambil tepat. Misalnya angka harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, angka partisipasi SMP, SMA, SMK, dan indeks pembangunan manusia.
Lalu terkait kemiskinan, indikator yang harus dilihat yakni angka kemiskinan, pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi, inflasi, serapan belanja.
“Ini mohon jadi atensi Bapak-Ibu semua. Saya juga minta dari data-data yang sudah kita tunjukkan ini. Ini mohon dibuat skala prioritasnya agar anggaran daerah ini bisa fokus dan sekali lagi manfaatnya bisa terasa di masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: Wapres Gibran Bertolak ke Papua Tinjau Sekolah Rakyat dan Rumah Sakit – TribunNews.com

