Indonesia Menyapa, Denpasar — Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar melonjak, tercatat mencapai sekitar 30.000 unit usaha. Dari jumlah tersebut, sektor makanan atau kuliner menjadi usaha yang paling mendominasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, Jumat (15/5), mengatakan data tersebut mengacu pada pendataan saat penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada masa pandemi Covid-19. “Data terakhir saat penyaluran BPUM tercatat sekitar 30 ribu UMKM di Denpasar. Yang paling mendominasi bergerak di sektor food atau makanan,” ujar Dewa Agung.
Selain sektor kuliner, UMKM di Denpasar juga banyak bergerak di bidang fesyen dan usaha kopi. Namun demikian, jumlah UMKM mikro disebut bersifat fluktuatif karena adanya usaha baru yang tumbuh dan sebagian lainnya berhenti beroperasi akibat berbagai faktor usaha.
Untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar terus melakukan pembinaan melalui berbagai program pelatihan dan workshop. Pembinaan tersebut mencakup pelatihan pemasaran, peningkatan higienitas dan kesehatan produk makanan, hingga pelatihan desain kemasan produk.
Selain itu, pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran guna memperluas jangkauan pasar. “Mereka rata-rata sudah memiliki produk. Kami membantu lewat workshop agar kemasan lebih menarik dan pemasaran bisa mengikuti perkembangan digital,” kata Dewa Agung.
Pihaknya berharap pembinaan yang dilakukan mampu mendorong UMKM Denpasar tidak hanya bertahan di pasar lokal, namun juga mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.

