Indonesia Menyapa, Denpasar — Bergabung dalam koperasi dinilai menjadi salah satu langkah penting agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali mampu naik kelas. Melalui koperasi, pelaku usaha dinilai lebih mudah memperoleh pendampingan, pelatihan, akses teknologi, hingga peluang pembiayaan dibandingkan menjalankan usaha secara mandiri.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh mengatakan koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Namun hingga kini masih banyak pelaku usaha yang belum menjadi anggota koperasi sehingga berbagai program pembinaan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau UMKM menjadi anggota koperasi, kelembagaannya lebih tertata. Akses terhadap pembelajaran teknologi juga lebih mudah dibandingkan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ditemui usai apel Hari Koperasi di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Selasa (14/7), Tri Arya menilai rendahnya keikutsertaan UMKM dalam koperasi dipengaruhi beragamnya jenis usaha yang dijalankan. Selain itu, pemahaman pelaku usaha terhadap manfaat koperasi dan berbagai peluang yang tersedia juga masih perlu ditingkatkan.
“Kebanyakan karena usaha mereka berbeda-beda. Pemahaman mereka juga masih perlu ditingkatkan. Mereka masih minim menangkap peluang yang disediakan oleh koperasi ataupun lembaga lainnya,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali terus memperkuat program pelatihan bagi koperasi maupun UMKM. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan memanfaatkan teknologi, memperluas akses pasar, serta mempermudah pelaku usaha memperoleh sumber pembiayaan.
Selain memperkuat kemampuan usaha, koperasi juga dinilai mampu membangun kelembagaan UMKM yang lebih tertata. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan usaha, hingga meningkatkan daya saing.
Tri Arya menegaskan penguatan koperasi merupakan bagian dari strategi mendorong UMKM menjadi lebih mandiri dan berkembang. “Semakin kuat koperasi, semakin besar peluang UMKM untuk berkembang karena pendampingan dan akses usaha dapat dilakukan secara lebih terstruktur,” ujarnya.
Tahun ini peringatan Hari Koperasi mengangkat tema ‘Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya’, sejalan dengan peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Pemprov Bali berharap semakin banyak pelaku UMKM bergabung dalam koperasi sehingga mampu memanfaatkan berbagai program pengembangan usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat lahirnya UMKM yang lebih produktif, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

