Trump Pertimbangkan Lanjutkan Serangan Usai Tolak Proposal Iran

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Washington DC — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran, setelah dia menolak proposal yang diajukan Teheran baru-baru ini dan menyebutnya sebagai proposal “bodoh”.

Sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (12/5/2026), mengungkapkan bahwa Trump menggelar rapat tingkat tinggi dengan jajaran tim keamanan nasionalnya pada Senin (11/5) sore waktu setempat.

Rapat itu disebut membahas opsi serangan potensial terhadap Iran setelah gencatan senjata diberlakukan beberapa minggu terakhir, yang menghentikan sebagian besar serangan antara Washington dan Teheran.

Militer AS telah menyerang aset-aset militer Iran dalam beberapa hari terakhir, setelah menyebut Teheran mengancam kapal-kapal Amerika.

Rapat pada Senin (11/5) itu diperkirakan dihadiri oleh Wakil Presiden AS JD Vance, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Kepala CIA John Ratcliffe dan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine juga diperkirakan turut hadir.

Sejumlah pejabat AS, yang dikutip media Axios, mengindikasikan bahwa Trump sedang mempertimbangkan kembali aksi militer terhadap Iran untuk memaksa konsesi terkait program nuklir negara tersebut.

Dua pejabat AS di antaranya mengatakan kepada Axios bahwa Trump cenderung mengambil “beberapa bentuk tindakan militer terhadap Iran untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim dan memaksa konsesi pada program nuklirnya”.

Mengenai potensi serangan lanjutan terhadap Iran, salah satu pejabat AS yang Axios itu mengatakan bahwa Trump akan “sedikit meningkatkan intensitasnya”.

Situasi terbaru ini terungkap setelah pekan lalu, Trump menyatakan optimisme untuk tercapainya kesepakatan dengan Iran. Namun setelah mempelajari respons Teheran terhadap rencana perdamaian AS, yang disampaikan melalui mediator Pakistan, Trump menyebut gencatan senjata kini dalam “kondisi kritis”.

Trump dijadwalkan mengunjungi China setelah menunda perjalanannya awal tahun ini karena perang Iran. Pada Senin (11/5), Presiden AS itu mengatakan bahwa dirinya akan membahas perang Iran dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.

Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa apa yang disebut sebagai “debu nuklir” Iran hanya dapat diambil oleh China atau AS, karena hanya kedua negara itu yang memiliki kemampuan untuk melakukannya.

 

Sumber: Trump Pertimbangkan Lanjutkan Serangan Usai Tolak Proposal Iran – Halaman 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *