Indonesia Menyapa, Bandung — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ketahanan pangan di Kota Cirebon melalui perluasan akses keuangan inklusif.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan dukungan tersebut dalam pertemuan dengan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, di Kantor Wali Kota beberapa wakti yang lalu, Dalam pertemuan tersebut OJK dan Pemkot membahas strategi pembiayaan aman dan terjangkau bagi pelaku UMKM serta pengembangan komoditas unggulan daerah.
Darwisman menekankan pentingnya pemetaan komoditas unggulan untuk memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir. “Kita perlu memastikan komoditas unggulan Cirebon memiliki pasar yang jelas melalui offtaker yang tepat. Dari sisi perbankan, kami mendorong agar akses permodalan tersedia lebih luas dan terjangkau,” ujar Darwisman dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI, Jumat (2/1/2026).
Sebagai tindak lanjut, OJK mendorong pelaksanaan business matching antara pelaku UMKM dengan pembeli besar, distributor, dan industri pengolahan. Skema ini diharapkan memberi kepastian pasar sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Data OJK menunjukkan jumlah UMKM di Kota Cirebon mencapai 57.386 unit atau 0,36 persen dari total UMKM Jawa Barat, dengan dominasi usaha mikro sebanyak 52.361 unit. Penyaluran kredit UMKM per 30 November 2025 tercatat Rp3,23 triliun, tumbuh 6,87 persen secara tahunan dengan 26.336 rekening UMKM.
Indikator perbankan di Kota Cirebon juga menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, total aset tumbuh 8,88 persen menjadi Rp33,24 triliun. Dana Pihak Ketiga meningkat 10,96 persen menjadi Rp22,92 triliun, sementara penyaluran kredit naik 4,46 persen menjadi Rp10,8 triliun.
Sejalan dengan penguatan akses pembiayaan, Kota Cirebon dinilai berpotensi menjadi Kawasan Komoditas Unggulan Jawa Barat dengan prioritas pada mangga, domba, itik, serta perkebunan tebu.
Wali Kota Cirebon menegaskan komitmen pemerintah daerah menindaklanjuti masukan OJK. “Pertemuan ini memberi gambaran komoditas yang perlu dikembangkan. Kami akan menyusun program konkret, termasuk pemanfaatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan seluas 100 hektare untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” kata Effendi Edo
Sumber: RRI.co.id – Penguatan UMKM dan Ketahanan Pangan Cirebon Digenjot OJK

