Indonesia Menyapa, Jakarta — Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memberikan bantuan modal usaha kepada 10 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen mewujudkan kota inklusif dan ramah bagi masyarakat berkebutuhan khusus.
“Bantuan modal usaha Rp5 juta per pelaku usaha. Bantuan itu salah satu program prioritas Pemkot Palu dalam meningkatkan ketahanan ekonomi rakyat,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Palu Zulkifli di Palu, Jumat.
Ia menjelaskan program bantuan kewirausahaan merupakan bagian dari implementasi 53 program prioritas jangka menengah Kota Palu, khususnya dalam mewujudkan ibu kota Sulawesi Tengah sebagai kota ramah difabel, sekaligus memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan potensi dan kemandirian ekonomi.
“Dari 200 lebih pendaftar, 165 peserta dinyatakan lolos seleksi termasuk di dalamnya penyandang disabilitas yang dilaksanakan bersama pihak inkubator bisnis Kota Palu dan dinas terkait,” ujarnya.
Ia mengemukakan pemerintah telah membagi segmen dan penyediaan kuota bagi penyandang disabilitas, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu, serta masyarakat umum untuk mengikuti program pengembangan kewirausahaan.
Program bantuan modal wirausaha tersebut telah memasuki tahap akhir, setelah peserta mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari.
Selama proses pelatihan peserta dibekali berbagai materi pengembangan bisnis oleh sejumlah narasumber, mulai dari pihak inkubator bisnis, akademisi, pendamping halal, hingga Kejaksaan terkait kepastian hukum terkait terkait kegiatan usaha.
“Program terus kami evaluasi, termasuk membuka ruang bagi berbagai masukan dan aspirasi peserta terkait peningkatan kuota penerima bantuan,” ucap Zulkifli.
Sementara itu Elisabriani, salah satu penerima manfaat mengatakan bantuan dikucurkan pemerintah daerah (pemda) sangat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas berpartisipasi dan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah kepada penyandang disabilitas. Pemerintah sudah membuka peluang bagi kami melalui intervensi permodalan dan sangat membatu dalam dalam merintis kegiatan usaha,” kata dian menuturkan.
Elisabriani merupakan pelaku usaha kerajinan rajut dengan merek usaha Elisa Rajut. Ia berharap kesempatan mengikuti pelatihan dan program bantuan kewirausahaan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan usahanya ke depan.
“Setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan mencapai kemandirian ekonomi,” kata dia lagi.
Sumber: Pemkot Palu bantu modal usaha 10 pelaku UMKM penyandang disabilitas – ANTARA News Sulteng

