Indonesia Menyapa, Bandung — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengaku pihaknya menerima usulan warga agar menetapkan banjir bandang hingga longsor di Sumatera menjadi bencana nasional.
“Ketika kami mengirimkan personel-personel Baguna ke daerah-daerah, maka rakyat menyampaikan aspirasi ini terjadi di beberapa provinsi, kerusakan hutan terjadi secara sistemik,” kata Hasto, saat ditemui seusai membuka Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Jawa Barat di Bandung pada Minggu (7/12/2025).
Menurut Hasto, aspirasi tersebut disampaikan warga seiring banyaknya korban meninggal serta dampak yang ditimbulkannya.
“Ketika dari jumlah korban, dari kemudian dampak bencana, kerugian yang ditimbulkan, maka aspirasi yang diterima oleh PDI Perjuangan adalah mari kita bersama-sama dengan pemerintah agar mencanangkan ini menjadi bencana nasional,” ujarnya.
“Sehingga kemudian, terbangun suatu kesadaran kita bahwa bencana ini harus kita cegah bersama, mitigasi harus kita rancang sebaik-baiknya dengan mengedepankan gotong royong,” sambungnya.
Hasto menyebut, PDIP siap mendukung kerja-kerja mitigasi dari pemerintah dalam mengatasi akibat dari bencana di Sumatera.
“Inilah yang kemudian kita dorong, dan tidak ada salahnya aspirasi dari masyarakat untuk mencanangkan ini sebagai bencana nasional,” ucapnya.
Ia berpandangan, aspirasi yang meminta agar banjir bandang hingga longsor di Sumatera menjadi bencana nasional harus dipertimbangkan.
“Kita dengarkan agar ini memberikan dukungan politik bagi pemerintah di dalam melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana secara cepat dan efektif,” tegasnya.
Per Sabtu (6/12/2025), Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat sebanyak 914 orang meninggal akibat banjir bandang hingga longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Adapun rician 914 jiwa korban meninggal dunia tersebut di antaranya 359 jiwa di Aceh, 329 jiwa di Sumatera Utara, dan 226 jiwa di Sumatera Barat.
Untuk korban yang masih dinyatakan hilang, BNPB mencatat saat ini berjumlah 389 jiwa.
Update Bencana Sumatra: 921 Korban Jiwa, 392 Hilang, 975.079 Orang Mengungsi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 921 orang.
Selain itu, 392 orang dinyatakan hilang dan mengungsi 975.075 orang. Angkat tersebut berdasarkan data hingga Minggu (7/12/2025).
“Per hari ini, Bapak Presiden. Per hari ini meninggal dunia 921 orang,” kata Suharyanto dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Khusus di Aceh, Suharyono mengatakan masih ada dua kabupaten yang memiliki kondisi yang cukup berat yakni di Kabupaten Benar Meriah dan Aceh Tengah.
“Saat ini ada 232 kelurahan di Bener Meriah yang turut terdampak dan 295 desa di 14 kecamatan terdampak,” ungkapnya.
Sumber: PDIP Terima Aspirasi Warga agar Tetapkan Banjir Sumatra Jadi Bencana Nasional – TribunNews.com

