Indonesia Menyapa, Muara Teweh — Pembukaan Batara Expo 2025 diwarnai listrik tak stabil. Hal ini membuat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kesulitan berjualan minim penerangan.
Tampak tenda-tenda UMKM terpaksa menggunakan senter dari telepon genggam, serta alat bantu penerangan lainnya agar produk tetap terlihat.
Sesekali mereka berteriak untuk menarik pengunjung yang juga menggunakan senter saat berkeliling di tenda-tenda UMKM.
Maulani Ulfa (20), satu di antara pejual kopi di Batara Expo 2025 mengatakan, kondisi yang gelap itu sangat mengganggu UMKM yang berjualan.
“Soalnya tidak kelihatan, jadi pengunjung hanya lewat-lewat saja,” ujarnya saat ditemui Batara Expo 2025, Rabu (14/8/2025) malam.
Karena gelap, Ulfa juga khawatir ada tindakan yang tak menyenangkan atau ada orang yang berniat jahat.
Listrik yang tak stabil itu berlangsung sejak sore hingga malam. Padahal, untuk membuka stand di Batara Expo 2025 itu para pelaku UMKM mesti membayar iuran listri dan kebersihan sebesar Rp 350 ribu untuk tujuh hari.
Ulfa pun berharap listrik yang tak stabil itu segera ditangani pihak terkait, sehingga para UMKM bisa leluasa berjualan.
Kesulitan untuk berjualan pada kondisi gelap itu juga dirasakan Khairul Tamimi (34), penjual pentol di Batara Expo.
Khairul menyebut, banyak pengunjung Batara Expo 2025 yang tak melihat lapak jualannya karena gelap.
“Pengunjung hanya lewat saja karena tidak kelihatan, jadi harus bersuara supaya tahu kita jual apa,” ungkapnya.
Meski tetap mendapat keuntungan karena telah berjualan sejak siang, Khairul tak menampik penerangan yang minim sangat menyulitkan para pedagang.
“Saya berharap listrik ini nanti bisa lebih stabil lah,” jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Kulmi (41), pelaku UMKM di Batara Expo 2025. Karena gelap, ia terpaksa harus menyalakan senter dari telepon genggam yang dipegangnya agar jualannya terlihat pengunjung.
“Kan tidak mungkin saya mengangkat gawai selama dua jam. Masa berjualan teriak-teriak terus,” ucapnya.
Kulmi berharap, masalah penerangan ini bisa segera diselesaikan , sehingga pelaku UMKM bisa dengan lancar berjualan.
“Mudah-mudahan mulai besok sudah lebih baik,” tambahnya.
Menanggapi listrik yang tak stabil pada Pembukaan Batara Expo 2025 ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Dewi Handayani mengatakan, listrik tersebut disediakan oleh vendor dan tidak ada kaitannya dengan dinas pelaksana.
“Itu sudah dibayar lunas semuanya,” ujar Dewi saat dihubungi Tribunkalteng.com, Kamis (14/8/2025).
Meski begitu, kata Dewi, Disdagperin Barito Utara selaku instansi penanggung jawab Batara Expo 2025 tetap berhubungan dengan vendor.
Dewi menegaskan, dirinya sudah meminta agar pihak vendor segera memperbaiki listrik yang tak stabil itu.
“Tadi malam juga sudah dicari masalahnya, biasanya memang tidak seperti itu. Masalah listrik ini bisa segera diselesaikan,” tandasnya.
Sebagai informasi, Batara Expo 2025 dilaksanakan dalam rangka hari jadi Barito Utara ke 75 dan Hari Kemerdekaan RI ke 80.
Kegiatan ini berlangsung sejak 13-19 Agustus 2025 di Bandara Lama, Muara Teweh.

