Lewat Branding dan Koperasi, Ini Jurus Jitu UMKM Papua Pegunungan untuk Tembus Pasar Nasional

UMKM

Indonesia Menyapa, Wamena — Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan menggelar pelatihan intensif guna mendongkrak daya saing produk lokal di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (15/7/2026).

Tujuannya yakni mempersiapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli Papua untuk menembus pasar nasional lewat penguatan kapasitas bisnis digital dan kelembagaan ekonomi.

Langkah ini menjadi terobosan baru bagi pengusaha daerah agar lebih mandiri dan terlepas dari ketergantungan bantuan sosial.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, mengatakan pemprov memanfaatkan alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk membiayai seluruh rangkaian pembinaan ini.

Program pemberdayaan tersebut berfokus sepenuhnya kepada peningkatan produktivitas serta kualitas komoditas unggulan buatan Orang Asli Papua (OAP).

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memfasilitasi kreativitas generasi muda dalam mengelola bisnis mandiri.

Dinasnya mengambil kebijakan konkret untuk membuka ruang diskusi yang adaptif bagi perkembangan ekosistem usaha kekinian.

“Kami ingin membuka ruang diskusi agar anak-anak muda dan pelaku usaha dapat menata usaha mereka dengan gaya sendiri. Pemerintah memiliki kewajiban menerjemahkan kebijakan dalam langkah nyata untuk memberdayakan UMKM,” ujar Alpius.

Selain melatih kemampuan manajerial, Pemprov Papua Pegunungan saat ini mempercepat pembentukan Koperasi KP3 sebagai wadah kolektif ekonomi warga.

Lembaga keuangan mikro tersebut bertugas mengonsolidasikan serta memasarkan hasil pertanian daerah secara terintegrasi.

“Komoditas yang masuk dalam prioritas pasok koperasi yaitu kopi Arabika, sayur-mayur, bawang merah, cabai, dan tomat,” jelas Alpius.

Alpius menyebut optimalisasi sektor agribisnis ini juga diproyeksikan sebagai instrumen pengendali stabilitas harga pangan di wilayah pegunungan.

Kenaikan volume produksi pangan lokal dipercaya mampu menekan laju inflasi daerah secara signifikan.

“Kami mendorong masyarakat kembali meningkatkan produksi pertanian. Jika produksi lokal meningkat, harga dapat dikendalikan, inflasi bisa ditekan, dan ekonomi daerah semakin kuat,” tambah Alpius.

Aspek identitas visual menjadi sorotan utama dalam sesi pelatihan praktis.

Pemateri bidang bisnis, Piter Suburi, memaparkan teknik pembuatan logo dan strategi branding komersial untuk menciptakan pembeda produk di pasar retail.

Sementara itu, praktisi ekonomi Samuel Pigai memberikan panduan teknis mengenai manajemen keuangan agar bisnis warga lokal dapat tumbuh berkelanjutan.

Sesi diskusi interaktif antarpeserta berhasil merumuskan 13 poin rekomendasi strategis sebagai cetak biru pembangunan ekonomi hilir.

Dokumen usulan tersebut telah diserahkan secara resmi kepada pemerintah daerah untuk diintegrasikan ke dalam program kerja tahunan.

“Ada 13 poin masukan yang dihasilkan. Harapan kami, semua itu dapat diterapkan secara bertahap sehingga memberikan dampak nyata bagi perkembangan UMKM,” kata Samuel.

Selanjutnya ketua panitia pelaksana, Merry Hahare, memastikan seluruh ekosistem pelatihan ini menerapkan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat lokal.

Pendekatan sosiologis ini sengaja diterapkan guna menjamin efektivitas serapan anggaran daerah.

“Narasumber OAP, peserta OAP, semuanya diarahkan untuk mendukung UMKM OAP agar semakin maju dan memiliki daya saing,” tandas Merry.

 

Sumber: Lewat Branding dan Koperasi, Ini Jurus Jitu UMKM Papua Pegunungan untuk Tembus Pasar Nasional – Tribunpapuatengah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *