Korban Jiwa Gempa Venezuela Tembus Lebih dari 1.400 Orang

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Venezuela sudah mencapai 1.430 jiwa, sementara waktu makin sempit bagi tim penyelamat untuk mencari korban yang masih hidup di bawah reruntuhan bangunan.

72 jam atau 3 hari setelah gempa bumi besar di Venezuela, puluhan ribu orang dilaporkan hilang karena bangunan-bangunan yang runtuh tersebar di kota-kota tersebut.

Sementara itu, jutaan orang dikhawatirkan kekurangan sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya, saat penerbangan bantuan AS pertama mendarat di Caracas.

Kondisi ini semakin memperburuk penderitaan warga Venezuela yang terus mengalami krisis ekonomi dan gejolak politik setelah pasukan khusus AS menangkap pemimpin otoriter Nicolas Maduro pada Januari 2026.

Menghadapi kemarahan publik atas respons pejabat setempat, pemimpin sementara Venezuela yang didukung AS, Delcy Rodriguez, berterima kasih kepada negara-negara lain atas bantuan yang mengalir.

Pencarian korban selamat masih terus dilakukan, baik oleh tim profesional mau pun dari upaya mandiri masyarakat yang putus asa mencari kerabat mereka di balik puing-puing bangunan imbas dua gempa besar pada Rabu (24/6).

Para ahli mengatakan 72 jam pertama setelah bencana alam adalah jendela waktu yang sempit dan penting untuk menemukan orang yang masih hidup. Setelah itu, pencarian menjadi upaya untuk menemukan jenazah.

“Situasinya sangat kacau, panas, dan tidak terorganisir,” kata petugas pemadam kebakaran Australia, Craig Demeillon, yang melakukan perjalanan sendirian ke La Guaira dari Miami untuk membantu. “Semoga masih ada orang yang bisa ditemukan.”

“Saat ini, mereka mungkin sudah menjadi mayat. Hanya keajaiban Tuhan bila kita masih bisa menemukan orang yang masih hidup,” kata seorang petugas penyelamat El Salvador yang menolak menyebutkan namanya.

Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, pada Jumat (26/6) mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban tewas dapat terus meningkat, menambahkan bahwa lebih dari 50.000 orang hilang.

Sementara itu, di tengah kabar duka, seorang bayi ditemukan masih hidup di balik reruntuhan pesisir La Guaira, utara Caracas. Ia ditemukan pada Jumat (26/6), sekitar 32 jam setelah gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter.

Dalam sebuah video di media sosial, seorang pria berlinang air mata sambil menggendong bayi itu.

Menurut data badang migrasi PBB, diperkirakan hingga 6,76 juta orang terdampak gempa tersebut dan membutuhkan tempat penampungan darurat, air bersih, sanitasi dan layanan kebersihan, perawatan kesehatan, dukungan perlindungan, dan barang-barang bantuan penting.

Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan pada Sabtu (27/6), bahwa ada 1.430 orang tewas dan 3.238 orang terluka, sementara PBB memperkirakan kerugian fisik sebesar US$6,7 miliar yang setara dengan enam persen dari PDB Venezuela.

 

Sumber: Korban Jiwa Gempa Venezuela Tembus Lebih dari 1.400 Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *