KontraS: Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Gunakan Sandi ‘Operasi Sadang’

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya mengatakan operasi penyiraman air keras ke aktivis Andrie Yunus diduga menggunakan sandi “Operasi Sadang”.

Andrie yang menjabat sebagai Wakil Koordinator (KontraS) disiram di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis, (12/3/2026).

“Kami mendapatkan informasi soal identitas operasi yang digunakan, yaitu operasi dengan kata sandi ‘Operasi Sadang’,” ujar Dimas dikutip dari program DIPO Investigasi di Kompas TV, Selasa, (7/4/2026).

“Operasi Sadang ini kami coba telusuri informasinya. Memang sudah dilakukan cukup lama, dimulai dari aksi yang dilakukan Andrie Yunus dan beberapa tim koalisi masyarakat sipil untuk reformasi keamanan ketika melakukan aksi intervensi di Hotel Fairmont.”

Dalam aksi di Hotel Fairmont pada Maret 2025 itu, Andrie mengintervensi pembahasan RUU TNI yang diduga berlangsung secara tertutup.

Dimas berkata sebelum terjadi penyiraman air keras ke Andrie di Jalan Salemba-Talang, beberapa tim advokasi untuk demokrasi menemukan rekaman CCTV di kantor KontraS. Di sana ada dua titik CCTV yang merekam aktivitas di luar kantor.

“Kejanggalan yang kami temukan, ketika Andrie keluar dari kantor KontraS sekitar pukul 4 sore ada beberapa aktivitas yang mencurigakan, termasuk beberapa orang yang lalu lalang di sini, di area dekat kantor, dan terekam oleh CCTV,” ucap Dimas.

Setelah Andrie melakukan intervensi di Hotel Fairmont, muncul sejumlah aktivitas yang diduga merupakan upaya intimidasi terhadap Andrie dan KontraS.

Dimas berkata aktivitas itu misalnya adanya tiga orang yang mengetuk pintu KontraS tanggal 16 Maret 2025 pukul 24.00 WIB. Mereka mengaku berasal dari media.

Kemudian, ponsel Andrie mendapat panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Setelah ditelusuri oleh KontraS, nomor itu terafiliasi pada satu orang yang punya kaitan dengan Kodam Jaya.

“Kemudian, selang beberapa lama, cukup intens, lima kali ada kendaraan rantis yang lalu lalang di sekitar area KontraS,” kata Dimas.

 

TEROR AIR KERAS - Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya dan Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
TEROR AIR KERAS – Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya dan Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

 

Empat tersangka dilimpahkan ke Oditur Militer

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan penyidik Puspom TNI telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan kasus Andrie sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dia menyatakan Puspom TNI juga telah melimpahkan berkas perkara, keempat tersangka, dan barang bukti kasus tindak pidana penganiayaan terhadap Andrie ke Oditurat Militer II-07 Jakarta pada hari ini, Selasa (7/4/2026).

Selanjutnya, kata dia, pihak Oditurat Militer akan memeriksa kelengkapan berkas syarat formil dan materilnya.

“Jika berkas dinyatakan lengkap, akan dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Adapun tersangka yang dilimpahkan berjumlah empat orang yaitu dengan inisial NDP, SL, BHW, ES berikut barang bukti,” kata Aulia dalam keterangan tertulis, Selasa, (7/4/2026).

“Pelimpahan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam penegakan hukum yang profesional, terbuka dan akuntabel, serta sebagai wujud  ketegasan dalam menindak setiap tindak pidana yang dilakukan oleh oknum Prajurit TNI,” katanya.

Keempat tersangka penyiraman adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka semua adalah personel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Puspom TNI menerapkan pasal penganiayaan kepada para tersangka. Keempatnya juga telah menjalani penahanan di instalasi tahanan militer (maximum security) Pomdam Jaya Guntur sejak Rabu (18/3/2026).

 

Sumber: KontraS: Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Gunakan Sandi ‘Operasi Sadang’ – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *