Indonesia Menyapa, Jakarta — Pihak kepolisian mengungkap kabar terbaru kasus Willie Salim yang dilaporkan atas kegaduhan konten memasak rendang 200 kilogram di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi mengatakan bahwa kasus tersebut dilimpahkan ke Polrestabes Palembang.
Menurutnya, terdapat 3 laporan yang telah diterima Polda Sumsel terkait konten Willie Salim yang dinilai merusak citra nama baik Kota Palembang.
Laporan berasal dari Advokat Ryan Gumay Lawfirm dan Agung Wijaya, serta seorang kreator konten Palembang bernama Rondoot.
Oleh sebab itu, semua laporan terhadap Willie Salim disatukan dan ditindaklanjuti oleh Polrestabes Palembang.
“Nanti saya akan minta semua laporan yang muncul itu disatukan, dalam artian TKP berada di wilayah Polrestabes Palembang. Biar Polrestabes saja yang menangani,” ungkap Andi, Kamis (27/3).
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Dwi Utomo sebelumnya membeberkan bahwa penyidik telah memanggil pelapor dari Ryan Gumay Law Firm serta tiga saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi telah dilakukan selama hampir 12 jam, dari pukul 15.30 hingga 03.30 WIB, Selasa (25/3) lalu.
“Kami sudah meminta keterangan dari satu pelapor dan tiga saksi terkait laporan terhadap Willie Salim,” beber Dwi.
Pihak kepolisian segera melakukan pemanggilan terhadap Willie Salim.
Akan tetapi, penyidik perlu mengumpulkan bukti dengan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu.
“Saat ini, kami masih mendalami keterangan saksi sebelum mengambil langkah berikutnya, termasuk pemanggilan terlapor,” jelasnya.
Diketahui, Willie Salim membuat konten memasak 200 kilogram daging rendang di Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang beberapa waktu lalu.
Ketika proses memasak, Willie Salim sempat meninggalkan lokasi untuk pergi ke kamar kecil.
Saat Willie Salim kembali, rendang 200 kilogram yang belum masak sempurna itu habis direbut warga.
Video Willie Salim itu kemudian viral di media sosial hingga muncul narasi kurang elok soal warga Palembang yang berebut mengambil rendang.
Atas kegaduhan konten tersebut, Willie Salim kemudian menyampaikan permohonan maaf melalui akun miliknya di Instagram.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti gara-gara kejadian rendang yang viral ini. Banyak narasi yang tidak enak terhadap warga Palembang. Ini bukan salah warga Palembang. Ini sepenuhnya salah saya, karena kurang persiapan,” ujar Willie Salim.
“Saya tidak ada kecewa sama sekali terhadap rendang yang hilang itu, malahan saya senang sekali melihat antusias warga, karena pada akhirnya rendang yang dimasak itu juga akan dibagikan. Aku hanya kaget melihat antusias warga yang luar biasa,” tutupnya.
Sumber: Kabar Terbaru Kasus Konten Willie Salim yang Bikin Heboh

