Indonesia Menyapa, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong lahirnya 10 juta wirausaha baru melalui program Pro Kesra Produktif dengan mengintegrasikan berbagai layanan pemberdayaan dalam platform Sistem Aplikasi Pelayanan (SAPA) UMKM.
Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting mengatakan, platform tersebut menjadi pintu masuk bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengakses berbagai program pemerintah, mulai dari pelatihan hingga akses pasar.
“Per Agustus 2026, sebanyak 12,8 juta UMKM telah didaftarkan melalui SAPA UMKM. Sementara yang telah menginstal dan aktif menggunakan SAPA UMKM sebanyak 16.378,” kata Loto dalam diskusi Kementerian UMKM bersama Forum Wartawan UMKM (FWUMKM) bertajuk “Satu Frekuensi, Satu Narasi” di Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Ia mengatakan, Kementerian UMKM melalui salah satu program strategisnya, Pro Kesra Produktif, menargetkan 10 juta penduduk Indonesia dapat aktif berusaha dan bekerja di sektor ekonomi produktif.
Melalui SAPA UMKM, pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap berbagai bentuk dukungan, seperti peningkatan kapasitas dan pelatihan, pembiayaan bersubsidi maupun komersial, kemudahan pengurusan legalitas dan izin usaha, hingga dukungan pemasaran dan akses pasar.
“Kebijakan ini sekaligus menjadi landasan peluncuran program Pro Kesra Produktif yang menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha baru dan penyerapan tenaga kerja baru,” ujar Loto.
Menurut dia, selama ini masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mengetahui saluran yang tepat dalam memperoleh pembinaan maupun bantuan dari Pemerintah.
Karena itu, Kementerian UMKM mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk mengintegrasikan berbagai layanan dukungan kepada UMKM melalui SAPA UMKM agar dapat diakses melalui satu pintu.
“Kami mendorong agar seluruh kementerian dan lembaga mengintegrasikan layanan dukungannya ke platform ini. Tujuannya sederhana, memudahkan UMKM mengetahui dan menikmati segala bentuk dukungan yang tersedia,” katanya.
Loto menjelaskan pelaku usaha yang ingin mengikuti program pencetakan 10 juta wirausaha baru diwajibkan mendaftarkan diri melalui platform SAPA UMKM.
Dalam platform tersebut, pelaku usaha akan memperoleh paket pembinaan yang mencakup pelatihan dan peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, pendampingan pengurusan legalitas dan izin usaha, serta dukungan pemasaran hingga akses ke pasar global.
Selain memperkuat akses layanan, Loto juga mengingatkan kementerian dan lembaga untuk mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur kewajiban alokasi belanja Pemerintah paling sedikit 40 persen bagi produk dan jasa UMKM.
Menurut dia, pelatihan, pendampingan, permodalan, dan kemudahan legalitas merupakan bagian penting dalam pemberdayaan UMKM, namun pasar dan pesanan nyata tetap menjadi kebutuhan utama pelaku usaha.
“Jika seluruh instansi Pemerintah berbelanja dari UMKM sesuai ketentuan, maka mereka tidak akan putus asa dan terus bersemangat meningkatkan kualitas,” kata Loto.
Sumber: Ini Jurus Kementerian UMKM lahirkan 10 juta Wirausaha Baru

