Hendri Satrio Tantang Kabinet Bayangan Berani Lakukan Reshuffle jika Ada Menteri Tak Perform

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Pembentukan Kabinet Bayangan oleh koalisi masyarakat sipil pada 27 Juli 2026 mendapat perhatian publik sebagai wadah pengawasan dan penyeimbang kekuasaan terhadap Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik Hendri Satrio menyampaikan tantangan khusus tersebut agar pengawasan kebijakan oleh Kabinet Bayangan tidak berhenti menjadi ajang seremonial belaka.

Hendri meminta Kabinet Bayangan harus berani melakukan perombakan atau reshuffle sebagaimana dilakukan apabila terdapat menteri yang tidak bekerja dengan baik.

Hal itu diungkapkan Hendri Satrio dalam talkshow Overview yang dipandu jurnalis Tribunnews.com dari kantor redaksi Solo, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).

“Saya memberikan satu tantangan khusus nih kepada Kabinet Bayangan, yaitu apakah kemudian teman-teman yang berada di Kabinet Bayangan ini saling bisa mengevaluasi diri sehingga bisa memutuskan akan ada reshuffle bila memang si Kabinet Bayangan ini ternyata tidak sesuai dengan harapan,” kata Hendri.

Pria yang akrab disapa Hensat ini menyebut, keberanian untuk merombak keanggotaan merupakan ujian nyata terhadap profesionalisme dan independensi organisasi.

Ia mempertanyakan apakah kendala budaya “tidak enakan” akan menghambat proses evaluasi di tubuh Kabinet Bayangan.

“Ada anggota Kabinet Bayangan yang tidak oke kerjanya, mampu enggak di-reshuffle oleh teman-teman? Atau wah ini enggak enakan juga gitu ya?” ujar Hendri.

“Berani enggak melakukan reshuffle dan kemudian bagaimana skema reshuffle-nya? Kan ini semuanya kan harusnya setara ya, tidak ada yang lebih tinggi,” tegas Hendri.

Adapun secara umum, Hendri menyambut positif dan mendukung inisiatif pembentukan Kabinet Bayangan oleh koalisi masyarakat sipil.

Menurutnya, wadah ini sangat baik untuk memberikan masukan dan gagasan yang lebih menarik serta kritis kepada pemerintah.

“Kalau menurut saya sih sangat baik ya, bagus sekali untuk memberikan masukan-masukan kritis kepada pemerintah atau kabinet sesungguhnya.”

“Saya sih mendukung 100 persen, silakan bekerja, supaya kita sama-sama bisa merasakan kehadiran Kabinet Bayangan ini menjadi hal yang positif,” ungkapnya.

 

Tanggapan Kabinet Bayangan

Merespons tantangan tersebut, Menteri Sosial dan Layanan Dasar Kabinet Bayangan, Nabiyla Risfa Izzati menyatakan pihaknya sangat terbuka terhadap penilaian publik untuk mengukur efektivitas kinerja para anggotanya.

“Kalau misalnya ada publik yang ingin mengevaluasi Kabinet Bayangan dan merasa bahwa yang ini enggak perform nih dan atau ada orang yang lebih tepat nih untuk mengambil posisi-posisi tersebut, kayaknya sih kami malah akan sangat terbuka dan senang untuk melakukan itu,” ungkap Nabila pada kesempatan yang sama.

Diketahui, Kabinet Bayangan terdiri dari 15 pakar dan akademisi.

Kabinet Bayangan ini dibentuk bukan sebagai tandingan pemerintah, melainkan untuk fungsi check and balances serta penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti (evidence).

Ke depannya, setiap ‘menteri’ Kabinet Bayangan akan menjadi counterpart langsung bagi menteri Kabinet Merah Putih dalam isu yang sama.

Berikut ini 15 ‘menteri’ Kabinet Bayangan beserta counterpart-nya di Kabinet Merah Putih:

1. Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari:

  • Mensesneg, Prasetyo Hadi;
  • Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman;
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.

2. Sekretaris Kabinet (Seskab), Ahmad Jilul QF:

  • Seskab, Teddy Indra Wijaya.

3. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara, Armand Suparman:

  • Mendagri, Tito Karnavian;
  • Menko Polkam, Djamari Chaniago;
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo;
  • Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto.

4. Menteri Luar Negeri, Showan Al-Banna Choiruzzad:

  • Menlu, Sugiono.

5. Menteri Pertahanan, Surie Maharani:

  • Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin.

6. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal, Khoirunnisa Nur Agustyati:

  • Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi;
  • Menteri HAM, Natalius Pigai.

7. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara, Yance Arizona:

  • Menko Hukum, Yusril Ihza Mahendra;
  • Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas;
  • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto;
  • MenPAN RB, Rini Widyantini;
  • Jaksa Agung, ST Burhanuddin.

8. Menteri Perekonomian, Media Wahyu Askar:

  • Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto;
  • Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang;
  • Menteri Investasi dan Hilirisasi, Roslan Roeslani;
  • Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono;
  • Menteri UMKM, Maman Abdurrahman;
  • Menteri Perdagangan, Budi Santoso;
  • Menteri BUMN, Dony Oskaria;
  • Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana;
  • Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky.

9. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Bhima Yudhistira Adhinegara:

  • Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.

10. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Iqbal Damanik:

  • Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat;
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia;
  • Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni;
  • Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Iman Zanatil Haeri:

  • Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti;
  • Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
  • Menteri Kebudayaan, Fadli Zon;
  • Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.

12. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital, Nenden Sekar Arum:

  • Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto;
  • Menteri Komdigi, Meutya Hafid.

13. Menteri Kesehatan, Irma Hidayana:

  • Menkes, Budi Gunadi Sadikin.

14. Menteri Sosial dan Layanan Dasar, Nabiyla Risfa Izzati:

  • Menteri Sosial, Saifullah Yusuf;
  • Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar;
  • Menteri Kependudukan/BKKBN, Wihaji;
  • Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli;
  • Menteri Pekerja Migran, Mukhtarudin;
  • Menteri PU, Dody Hanggodo;
  • Menteri Perumahan, Maruarar Sirait.

15. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan, Isnawati Hidayah:

  • Menko Pangan, Zulkifli Hasan;
  • Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman;
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono;
  • Kepala BGN, Sudaryono.

 

Sumber: Hendri Satrio Tantang Kabinet Bayangan Berani Lakukan Reshuffle jika Ada Menteri Tak Perform

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *