Indonesia Menyapa, Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus mendorong pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) manfaatkan program fasilitasi sertifikasi halal menjelang implementasi Wajib Halal pada 18 Oktober 2026. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan kualitas usaha, daya saing, dan perluasan akses pasar.
Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber Talk Show UMKM Insight bertema “Legalitas dan Standardisasi: Fondasi UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing” yang diselenggarakan di SMESCO Labo, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Acara ini juga menghadirkan figur pemangku kepentingan yang memiliki komitmen dalam penguatan ekosistem UMKM dan halal nasional yakni Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman dan Department Head Product BRI Antonius Aris Bangun Prasetyo.
Dalam kesempatan ini, Ahmad Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal mengingatkan kewajiban sertifikasi halal pelaku UMK yang akan berlaku penuh 18 Oktober mendatang. Ia menambahkan, sertifikasi halal seharusnya tidak dipandang sebagai beban atau hambatan, namun sebaliknya.
“Halal itu bukan cuma soal agama semata, tetapi sudah menjadi standar universal yang dapat diterima siapapun. Halal adalah ‘Booster for Growth economy Engine’. Kalau kita tidak tertib halal, kita akan tertinggal,” ucap Babe Haikal dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2926).
Menurutnya, aspek halal menjadi bagian transformasi usaha karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan, namun juga mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bisa bersaing di pasar yang luas. Aspek halal pada UMKM dianggap mampu meningkatkan kualitas produk, tata kelola usaha, dan kepercayaan konsumen.
“Halal bukan hanya perubahan, tetapi transformasi. Transformasi UMKM menuju halal adalah transformasi menuju usaha yang lebih siap, lebih terpercaya, dan lebih kompetitif. Ketika sebuah produk sudah halal, artinya produk tersebut telah memenuhi standar yang membuatnya layak bersaing dan Marketable, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global,” imbuhnya.
Pentingnya Konsep Halal Tingkatkan Daya Saing Usaha
Babe Haikal menambahkan, di tengah tren global yang mengedepankan keberlanjutan, kesehatan, dan kualitas produk, aspek halal menjadi satu faktor penting menjaga kepercayaan konsumen serta meningkatkan daya saing. Saat ini, konsep halal dinilai relevan karena mencakup aspek kebersihan, keamanan, kualitas, dan keberlanjutan.
Ia juga menyampaikan, penguatan ekosistem halal nasional adalah bagian dari visi menjadikan Indonesia barometer halal dunia. Hal ini dapat terwujud lewat kolaborasi antara pemangku kepentingan serta transformasi masif UMKM.
“Tujuan kita bukan sekadar menambah jumlah sertifikat halal, tetapi menjadikan Halal Indonesia sebagai standar dan barometer dunia. Karena itu, transformasi UMKM menuju halal harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman juga menyampaikan hal serupa. Ia menyoroti pentingnya membangun ekosistem halal nasional lewat kolaborasi pihak-pihak terkait, dan bagaimana sertifikasi halal bisa menjadi Selling Point tingkatkan daya saing UMKM.
“Ketika UMKM masuk ke dalam ekosistem halal, produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima di pasar internasional. Halal menjadi bagian penting dalam membangun UMKM yang naik kelas dan berdaya saing global,” jelasnya.
Selain dari pihak pemerintahan, Department Head Product BRI Antonius Aris Bangun Prasetyo juga mendukung penguatan ekosistem halal. Ia menyampaikan, BRI terus mempertahankan komitmennya mendukung pelaku UMKM melalui program pembiayaan dan pendampingan untuk mempermudah proses pengurusan sertifikasi halal.
Melalui acara ini, BPJPH mengajak seluruh pelaku UMKM untuk segera mengurus proses sertifikasi halal dan manfaatkan program fasilitasi yang tersedia mengingat semakin dekatnya implementasi Wajib Halal Oktober 2026. Ajakan ini mengedepankan langkah strategis membantu UMKM meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan menjadi bagian dari ekosistem halal Indonesia yang berdaya saing global.
Sumber: BPJPH Ingatkan Sertifikasi Halal UMKM Mampu Tingkatkan Daya Saing Global

