Indonesia Menyapa, Jakarta — Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer AS selama tujuh malam berturut-turut ke Iran resmi berakhir pada Jumat (17/7) malam.
Melalui pernyataan di media sosial X, CENTCOM menyebut serangan terhadap Iran selesai pada pukul 21.30 ET.
Dalam serangan ini, pasukan AS menggempur situs pengawasan, infrastruktur logistik militer, gudang penyimpanan senjata di bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran.
Operasi ini menggunakan pesawat tempur, drone udara, kapal perang, serta sejumlah aset lainnya.
“CENTCOM terus meminta pertanggungjawaban Iran atas arahan Panglima Tertinggi (Presiden Donald Trump) sambil sepenuhnya memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran,” demikian pernyataan CENTCOM.
“Lebih dari 50.000 anggota militer Amerika beroperasi di seluruh Timur Tengah dan tetap waspada, mematikan, serta siap,” lanjutnya.
Ini merupakan eskalasi terbaru dalam perang AS vs Iran. Sejak awal bulan, pasukan AS meluncurkan serangkaian serangan ke Iran, terutama ke wilayah pesisir di sekitar Selat Hormuz, buntut serangan Teheran terhadap tiga kapal komersial di selat tersebut.
Iran menuduh AS menargetkan infrastruktur sipil, seperti bandara, stasiun kereta api, dan jembatan.
Iran membalas dengan menyerang aset-aset militer Washington di negara-negara tetangganya, dan mengancam akan menargetkan infrastruktur vital jika serangan AS terus berlanjut.

