Arab Saudi Cegat Rudal Usai Houthi Kembali Serang Bandara Riyadh

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman. Pencegatan ini diumumkan setelah Houthi mengklaim kembali menyerang bandara internasional di Riyadh, setelah operasional penerbangan kembali normal.

Aktivitas pencegatan rudal itu dilakukan sehari setelah rentetan ledakan mengguncang ibu kota Saudi, dengan otoritas keamanan mengirimkan pesan singkat kepada warga untuk memperingatkan soal “ancaman udara yang bermusuhan” menargetkan kota tersebut.

Houthi, yang didukung Iran, melancarkan serangkaian serangan menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh beberapa waktu terakhir. Salah satu serangan itu menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya, yang tercatat sebagai insiden paling mematikan dalam satu dekade terakhir.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, seperti dilansir AFP, Senin (26/10/2026), mengatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu telah “mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik” yang ditembakkan Houthi ke arah Riyadh.

Al-Maliki juga mengatakan bahwa pasukan koalisi Saudi telah menghancurkan dua peluncur rudal balistik di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi.

“Kami terus melanjutkan proses pembongkaran jaringan rudal balistik milik milisi teroris Houthi,” tegas Al-Maliki dalam pernyataan via media sosial X.

 

Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh Usai Penerbangan Kembali Normal

Kelompok Houthi, pada Minggu (25/10), mengklaim pasukannya melancarkan serangan terbaru terhadap bandara internasional di Riyadh, beberapa jam setelah otoritas Saudi mengumumkan aktivitas penerbangan kembali dilanjutkan.

Situs web resmi Bandara Internasional King Khalid yang ada di Riyadh menampilkan sejumlah penerbangan domestik dan internasional yang dijadwalkan pada Minggu (25/10), termasuk sejumlah penerbangan kedatangan dari Dubai, Paris, dan Kairo.

Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan beberapa penerbangan sempat lepas landas, meskipun sebagian besar penerbangan lainnya dibatalkan.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan via media sosial X bahwa pasukannya telah melancarkan “tiga operasi militer dengan puluhan rudal balistik”. Dia juga mengklaim bahwa serangan terhadap bandara di Riyadh itu “mencapai sasarannya”.

Saree menambahkan bahwa Houthi juga menargetkan pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait dan sebuah pangkalan angkatan laut di Jazan, yang terletak di sebelah selatan Saudi.

Dalam pernyataan terbaru pada Senin (26/10), Saree mengklaim Houthi “berhasil menargetkan” bandara di Riyadh dengan rudal balistik, dan menghantam stasiun pemompaan minyak di Saudi dengan sejumlah drone.

Sebelumnya, Saree memperingatkan bahwa bandara internasional di Riyadh masih “tidak aman” dan merupakan “target militer”.

“Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan semua maskapai penerbangan internasional, regional, maupun lokal — serta para staf dan pelancong — untuk tidak menggunakan Bandara King Khalid di Riyadh, karena bandara tersebut tidak aman dan menjadi target militer bagi pasukan kami,” tegasnya.

“Rezim Saudi harus menanggung konsekuensi atas segala operasi yang berlangsung di bandara tersebut,” ucap Saree memperingatkan Saudi.

Saudi dan pemerintah Yaman yang didukungnya telah menghadapi serangan terus-menerus dari Houthi dalam beberapa pekan terakhir, menyusul kolapsnya gencatan senjata yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

 

Sumber: Arab Saudi Cegat Rudal Usai Houthi Kembali Serang Bandara Riyadh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *