Adityawarman Soroti Peran UMKM di Kota Bogor, DPRD Siapkan Rp3 Miliar Untuk Pelatihan Skill Warga

UMKM

Indonesia Menyapa, Jakarta — Ketua DPRD Kota BogorAdityawarman Adil menyoroti peran UMKM di Kota Bogor.

Menurutnya peran para pelaku UMKM ini untuk memperkuat struktur ekonomi di Kota Bogor.

UMKM juga bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan pondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal ini dikatakannya saat  kegiatan peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diinisiasi oleh Paguyuban UMKM Kota Bogor Sabtu (14/10/2026).

“Kami menyadari betul bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Kota Bogor yang paling banyak menyerap tenaga kerja,” kata Adityawarman Adil dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia menegaskan komitmen DPRD bersama Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (KUKMDagin) untuk terus memberikan pengawalan, baik dari sisi regulasi maupun anggaran.

Adityawarman memaparkan langkah nyata yang telah diambil legislatif.

Tahun ini, DPRD Kota Bogor telah mengesahkan alokasi anggaran yang signifikan untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor UMKM.

“Secara nyata, tahun ini kami menganggarkan hampir Rp3 miliar untuk pelatihan peningkatan skill UMKM,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa program ini dilakukan secara bertahap.

Setelah gelombang pertama sukses terlaksana, program serupa akan kembali digulirkan setelah hari raya Idulfitri mendatang.

Adityawarman Adil mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah secara parsial.

“Membangun Kota Bogor tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Ini bukan hanya urusan pemerintah atau dinas terkait saja, tapi butuh sinergi dan kolaborasi dari semua pihak,” pungkasnya.

Senada dengan Ketua DPRD, Kepala Bidang UMKM Dinas KUKMDagin Kota Bogor, Devie, menyoroti pentingnya inovasi dan kemandirian bagi para pelaku usaha.

Ia menyebut bahwa pelatihan mandiri sangat penting agar pelaku UMKM mampu mengidentifikasi kebutuhan spesifik usaha mereka sendiri.

Devie juga mengingatkan para peserta mengenai pelajaran berharga dari masa pandemi, di mana UMKM terbukti menjadi sektor yang paling tangguh bertahan meski perusahaan-perusahaan besar banyak yang tumbang.

Namun, ia memberikan catatan terkait penyebab kegagalan usaha.

Menurut pengamatannya, banyak pelaku UMKM yang kandas bukan karena masalah pemasaran semata, melainkan akibat lemahnya tata kelola keuangan.

“Banyak UMKM yang gagal bukan karena kurangnya pemasaran, melainkan karena minimnya pengetahuan dalam pengelolaan keuangan,” ungkapnya.

 

Sumber: Adityawarman Soroti Peran UMKM di Kota Bogor, DPRD Siapkan Rp3 Miliar Untuk Pelatihan Skill Warga – Tribunnewsbogor.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *