Kementan Perkuat Kompetensi Petani Kutai Barat, Dorong Transformasi Menuju Pertanian Modern

Indonesia Menyapa, Binuang – Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian. Penguatan kompetensi petani dan penyuluh menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha agribisnis, serta memperluas penerapan teknologi pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan faktor kunci dalam mendukung pembangunan pertanian. Kompetensi petani perlu terus ditingkatkan agar mampu mengoptimalkan potensi sumber daya pertanian sekaligus mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian, termasuk dalam mendukung keberlanjutan swasembada pangan.

Sejalan dengan arahan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat menjalin kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang melalui penyelenggaraan dua pelatihan, yakni Pemberdayaan Kelembagaan Petani untuk Kemitraan Usaha Agribisnis serta Budidaya Padi Sawah dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Kegiatan yang berlangsung pada 2–6 November 2026 selama lima hari ini dirancang untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengembangkan kelembagaan dan kemitraan usaha sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dalam menerapkan sistem budidaya padi sawah berbasis pertanian modern.

Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa sektor pertanian terus mengalami perkembangan dan transformasi. Karena itu, petani dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan melalui penerapan teknologi dan inovasi.

“Kita harus siap beralih dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Hal ini mutlak kita laksanakan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat atas kepercayaan yang diberikan kepada BBPP Binuang sebagai mitra dalam penyelenggaraan peningkatan kapasitas SDM pertanian.

Melalui pelatihan tersebut, ia berharap peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha pertanian di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong petani agar semakin siap memanfaatkan teknologi dan sistem pertanian modern.

Ia mengapresiasi dukungan BBPP Binuang dalam memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian dalam memperkuat pembangunan pertanian.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, kami memandang kerja sama pelatihan ini sebagai sinergi dan kolaborasi yang diharapkan dapat terus terjalin. Ke depan, BBPP Binuang diharapkan dapat menjadi mitra dalam peningkatan kapasitas petani dan penyuluh di Kabupaten Kutai Barat,” ungkapnya.

Ketua pelaksana pelatihan sekaligus Widyaiswara BBPP Binuang, Tota Totor Naibaho, dalam laporan penyelenggaraannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja sama antara BBPP Binuang dan Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat.

Ia menambahkan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan peserta dalam pengembangan agribisnis serta penerapan teknologi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Melalui kolaborasi ini, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam menyiapkan SDM pertanian yang produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, peningkatan kapasitas petani tidak hanya berdampak pada penerapan teknologi budidaya, tetapi juga mendorong penguatan kelembagaan dan kemitraan usaha agribisnis yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *