Indonesia Menyapa, Washington — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membuat kesepakatan dengan Rusia. Trump mengatakan harusnya Zelensky bisa membuat kesepakatan dua tahun yang lalu.
“Kami ingin Zelensky membuat kesepakatan. Dia bisa membuat kesepakatan. Dia seharusnya bisa membuat kesepakatan dua tahun lalu saat kami berbincang singkat di Ruang Oval,” ujar Trump kepada para wartawan di Ruang Oval, seperti dilansir AFP, Rabu (21/10/2026).
Trump juga mengatakan bahwa ia telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membebaskan Stephen Hubbard, seorang warga Amerika yang ditawan oleh pasukan Moskow beberapa tahun lalu di Ukraina, sebagai tanda baru pergeseran sikapnya kembali ke arah Moskow.
Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Zelensky sempat terlibat konfrontasi sengit yang disiarkan televisi di Ruang Oval pada Februari 2025, tak lama setelah presiden AS yang skeptis terhadap Ukraina itu kembali menjabat.
“Dia harus memiliki keinginan untuk membuat kesepakatan, karena menurut saya rakyatnya tidak akan tahan lagi dengan situasi ini,” kata Trump.
Hubungan antara Kyiv dan Washington memburuk sejak Trump mencabut sebagian sanksi demi mencapai kesepakatan pasokan diesel dengan Putin, serta melontarkan kritik tajam terhadap Zelensky dengan menyebutnya sebagai penghasut perang akibat serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.
Pemimpin Ukraina tersebut bertemu dengan utusan Trump, Steve Witkoff, di Oslo pada hari Selasa untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan meredakan ketegangan.
Zelensky menyambut baik dimulainya kembali pertukaran intelijen AS mengenai ancaman serangan Rusia. Namun dia menegaskan bahwa Kyiv harus dilibatkan dalam setiap pembicaraan di masa depan terkait nasibnya, menyusul pertemuan dengan para utusan AS tersebut.
Ukraina semakin cemas dengan sikap Trump yang kembali menyalahkan Kyiv atas kegagalan untuk mengakhiri perang serta dengan pernyataan-pernyataan hangat Trump terhadap Putin.
Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Rusia untuk membebaskan Hubbard mungkin akan segera tercapai.
“Saya telah berbicara dengan Presiden Putin mengenai Bapak Hubbard. Saya telah berbicara panjang lebar dengannya. Saya telah memintanya untuk membebaskan dia. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” ujar Trump menanggapi pertanyaan dari seorang jurnalis AFP.
“Ikuti saja perkembangannya. Ingatlah pertanyaan itu beberapa hari lagi, karena saya melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain,” tambah Trump.

