Indonesia Menyapa, Jayapura — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua menyebut sekitar 100 produk usaha mikro ,kecil dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut telah memperoleh sertifikat halal sebagai upaya memperkuat ekosistem industri halal dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua David Sipahutar di Jayapura, Sabtu, mengatakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
“Penguatan ekosistem halal menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas akses pelaku UMKM terhadap pasar halal,” katanya.
Menurut David, untuk itu pihaknya terus mendorong pelaku usaha agar mendaftarkan produknya ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Pada Rabu (14/10) kami mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) di mana ini merupakan upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah melalui sinergi serta transformasi digital, sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha syariah, termasuk UMKM dari Tanah Papua,” ujarnya.
Dia menambahkan produk yang ditampilkan meliputi Kopi Kasuari Papua dan Najwa Abon Tuna pada kategori UMKM Business-to-Consumer (B2C), serta Ruma dan Basyira Kukis pada kategori Halal Mart.
“Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, pondok pesantren, dan pelaku usaha, kami akan terus memperluas akses pasar dan pembiayaan syariah serta meningkatkan literasi ekonomi syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Papua,” ujarnya.
Dia menjelaskan pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Papua juga dilakukan melalui pendampingan UMKM, penguatan rantai nilai halal, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah bagi masyarakat.
“Selain sertifikasi produk, kami telah memfasilitasi sertifikasi halal bagi 50 juru sembelih halal sejak 2024 hingga 2026. Rinciannya, dua orang pada 2024, 22 orang pada 2025, dan 26 orang pada 2026,” katanya.
Sumber: BI sebut 100 produk UMKM Papua telah bersertifikat halal – ANTARA News Papua

