Indonesia Menyapa, Jakarta — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026) pagi.
Kedatangan orang nomor satu di Klaten ini merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim satgas lembaga antirasuah, Kamis (15/10/2026).
Pantauan jurnalis Tribunnews di lokasi, sang bupati tiba di markas KPK tepat pada pukul 06.58 WIB.
Penampilannya tampak kasual saat digelandang masuk ke ruang pemeriksaan.
Hamenang terlihat mengenakan jaket berwarna gelap yang dipadukan dengan celana denim (jeans) biru dan topi hitam.
Ia juga mengenakan masker putih yang menutupi sebagian wajahnya.
Tangan kirinya tampak memegang gagang sebuah koper kecil berukuran hitam yang ia bawa sendiri.
Pemandangan mencolok justru terlihat tepat di belakang sang bupati.
Penyidik Gotong Drum
Seorang petugas berompi KPK tampak memanggul sebuah ember atau tong plastik atau drum berukuran sedang berwarna biru ke dalam gedung.
Terdapat stiker segel merah putih khas KPK bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK” melingkar di ember biru tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bupati Klaten tidak dibawa sendirian ke Jakarta.
Pagi ini, KPK menggelandang total sembilan orang dalam rombongan tersebut.
Menariknya, dari 9 orang yang digiring ke Gedung Merah Putih hari ini, disebut-sebut turut menyertakan perwakilan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah.
Konstruksi Kasus: Suap Proyek hingga ‘Sogok’ Auditor BPK
Kedatangan rombongan pagi ini mengonfirmasi operasi senyap besar-besaran yang dilakukan KPK.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan pihaknya total mengamankan 20 orang dari dua lokasi, yakni Klaten dan Jakarta.
Kasus yang menjerat Hamenang Wajar Ismoyo diduga berlapis. Pertama, sang bupati diduga menerima aliran dana suap atau gratifikasi.
“Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD,” ungkap Budi, Kamis (15/10/2026).
Kedua, yang membuat kasus ini semakin pelik, Bupati Klaten diduga tak hanya menjadi penerima suap, tetapi juga pemberi suap.
KPK menduga kuat ada aliran dana ‘pelicin’ dari Bupati Klaten kepada oknum BPK agar memuluskan hasil audit laporan keuangan di lingkungan Pemkab Klaten.
Oleh karena itu, pihak yang diamankan dalam OTT ini berasal dari lintas instansi, mulai dari bupati, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Klaten, oknum auditor BPK, hingga pihak swasta.
Dalam operasi ini, tim satgas KPK berhasil menyita barang bukti uang tunai yang jumlah sementaranya ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
Uang tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik culas jual beli izin dan suap audit tersebut.
Saat ini, Bupati Klaten beserta rombongan tengah menjalani pemeriksaan intensif di lantai atas Gedung Merah Putih KPK.
Sesuai ketentuan KUHAP, lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum, termasuk menetapkan tersangka dari pihak-pihak yang terjaring OTT.
Sumber: BREAKING NEWS: Bupati Klaten Tiba di KPK Bawa Koper Hitam, Penyidik Angkut Drum Biru

