Jembatan yang Hubungkan China dan Korut Resmi Dibuka, Truk Langsung Antre

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Beijing — China dan Korea Utara (Korut) secara resmi membuka jembatan yang menghubungkan daratan kedua negara pada Kamis (15/10) waktu setempat, setelah lama tertunda. Pembukaan resmi ini dilakukan 12 tahun setelah jembatan itu selesai dibangun.

Pembukaan jembatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali perdagangan dan aktivitas ekonomi setelah hubungan kedua negara sempat memburuk selama bertahun-tahun, ditambah gangguan pertukaran lintas perbatasan akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Jembatan bernama Jembatan Sungai Yalu Baru ini, seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (15/10/2026), membentang sepanjang 3 kilometer, atau tepatnya 3.026 meter, di atas Sungai Yalu yang memisahkan daratan China dan Korut. Korut menyebutnya sebagai Sungai Amnok.

Jembatan ini menghubungkan wilayah Dandong di China dengan Sinuiju di Korut. Jembatan dengan empat jalur ini dikhususkan untuk kendaraan.

Terdapat fasilitas Bea Cukai China di ujung lintasan sepanjang 1,3 kilometer, yang telah menunjukkan peningkatan aktivitas dalam beberapa hari terakhir. Truk-truk yang dihiasi bendera China tampak menunggu di atas jembatan menjelang aktivitas perlintasan dibuka pada Kamis (15/10) waktu setempat.

Kerumunan orang juga terlihat berkumpul di sisi perbatasan China, di sepanjang jalan yang menghadap ke arah jembatan tersebut. Bendera-bendera China dan Korut tampak terpasang di sepanjang jembatan jenis jembatan kabel ini, yang memiliki tiang-tiang menjulang tinggi.

“Ini luar biasa,” kata seorang wanita yang datang untuk menyaksikan pembukaan jembatan tersebut di Dandong, kota perbatasan di wilayah utara China yang tenang.

“Sudah 10 tahun berlalu. Ini tentu akan berdampak baik bagi bisnis,” ucapnya, sembari meminta namanya tidak disebutkan.

 

Antrean truk di Jembatan Sungai Yalu Baru yang menghubungkan daratan China dan Korut
Antrean truk di Jembatan Sungai Yalu Baru yang menghubungkan daratan China dan Korut Foto: REUTERS/Florence Lo

 

Jembatan ini sebenarnya telah rampung dibangun pada tahun 2014, namun pembukaannya tertunda akibat kurangnya jalan penghubung dan kompleks bea cukai di sisi Korut yang belum selesai dibangun. Pyongyang juga menutup perbatasannya selama pandemi COVID-19.

Jembatan baru ini dimaksudkan sebagai alternatif bagi Jembatan Persahabatan China-Korea yang telah berusia puluhan tahun, yang terletak di bagian lain Sungai Yalu.

Pada Kamis (15/10), kantor berita China, Xinhua, melaporkan bahwa kedua negara telah menggelar seremoni peresmian untuk jembatan baru tersebut. Namun media pemerintah Korut belum merilis laporan apa pun mengenai seremoni tersebut.

Pembukaan jembatan ini menandai kemajuan dalam hubungan bilateral antara Beijing dan Pyongyang, yang sebelumnya juga ditandai dengan dua pertemuan puncak antara para pemimpin kedua negara dalam setahun terakhir.

China sejauh ini merupakan mitra dagang terbesar Korut, bahkan setelah serangkaian sanksi PBB melarang arus barang dan pergerakan pekerja dari dan ke Korut, menyusul langkah negara itu mengembangkan rudal dan senjata nuklir.

Pengamat Lim Eul Chul dari Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam menilai bahwa jembatan itu “kemungkinan besar tidak akan langsung memicunya kembali perdagangan secara penuh seperti sebelum masa sanksi”.

Namun, sebut Lim, jembatan tersebut akan memfasilitasi transportasi alat-alat berat, bahan baku, dan produk energi yang dibutuhkan untuk berbagai proyek pembangunan di Korut.

 

Sumber: Jembatan yang Hubungkan China dan Korut Resmi Dibuka, Truk Langsung Antre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *