Iran Bikin Surat Terbuka, Minta Rakyat AS Sadar Jika Trump Pembohong

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Teheran — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis surat terbuka yang ditujukan langsung untuk rakyat Amerika Serikat (AS). Dalam suratnya, IRGC menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “pembohong kronis”.

IRGC menuduh Trump telah berbohong kepada rakyat AS mengenai situasi perang yang sedang berlangsung melawan Iran. Dalam surat terbuka yang dirilis menjelang pemilu sela AS pada November mendatang, IRGC juga menyatakan bahwa pemerintahan Trump “harus diganti”.

Surat terbuka berbahasa Inggris sepanjang 26 halaman itu, seperti dilansir Reuters dan Al Jazeera, Rabu (30/9/2026), dirilis IRGC dalam bentuk PDF pada Selasa (29/9) waktu setempat. IRGC dalam suratnya menyerukan rakyat Amerika untuk “tersadar” dan “merebut kembali kendali dari para politisi korup”.

Surat ini dirilis sekitar lima pekan sebelum pemilu sela AS digelar pada 3 November mendatang, dan sehari setelah perang antara Iran melawan AS-Israel memasuki bulan ketujuh.

“Rakyat Amerika harus tersadar. Mereka perlu merebut kembali kendali dari para politisi korup. Sekaranglah saatnya, ketika sistem politik Amerika sedang berada dalam titik terlemahnya,” kata IRGC dalam surat terbukanya, yang ditujukan bagi “rakyat Amerika Serikat yang terhormat”.

Dalam suratnya, IRGC berupaya menyerukan kepada rakyat AS, terutama para pemilih terdaftar, untuk menolak kebijakan Trump. Surat itu juga mendorong rakyat Amerika menentang dukungan AS terhadap Iran dan keterlibatan dalam perang di luar negeri.

Ditegaskan juga oleh IRGC kepada rakyat Amerika bahwa Iran dan AS dapat hidup berdampingan jika kebijakan AS berubah.

IRGC menyebut pemerintahan Trump telah menyesatkan rakyat Amerika mengenai perang, program nuklir Iran, dan soal pihak yang menguasai Selat Hormuz.

“Mereka berbohong — dan masih terus berbohong — tentang program senjata nuklir Iran,” tuduh IRGC dalam suratnya.

“Jika Iran hanya sedikit lagi dari pembuatan bom nuklir 25 tahun lalu, ketika teknologi mereka jauh lebih rendah daripada sekarang, seharusnya mereka telah memiliki puluhan bom nuklir saat ini, namun laporan intelijen Amerika telah berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir,” tegas surat tersebut.

“Keamanan nasional Amerika dan nyawa para anggota militernya dipercayakan kepada seseorang yang bukan hanya seorang pembohong kronis, melainkan juga orang yang sangat rakus, yang satu-satunya motivasi hidupnya adalah menumpuk kekayaan yang lebih besar,” sebut IRGC merujuk pada Trump.

Surat terbuka itu secara hati-hati membedakan antara pemerintah AS dan rakyatnya, dan berupaya menunjukkan adanya kesamaan antara kekhawatiran para pemilih di AS dan Iran. Disebutkan IRGC bahwa “bangsa Iran dan Amerika sama-sama menjadi korban, masing-masing dengan caranya sendiri, dari ulah para politisi korup” di Gedung Putih.

“Kita merasakan penderitaan yang sama,” sebut surat terbuka itu.

Dijelaskan juga soal slogan “Matilah Amerika” yang sering diserukan dalam politik Iran. IRGC menjelaskan bahwa slogan tersebut ditujukan bagi kalangan elite politik AS, bukan rakyat Amerika.

“‘Matilah Amerika’ adalah sebuah doa untuk lenyapnya elite penguasa jahat yang berkedudukan di Gedung Putih,” demikian penjelasan IRGC.

Surat terbuka itu juga menyatakan Iran sebagai pemenang dalam perang, dengan argumen bahwa AS gagal mencapai satu pun tujuan yang telah mereka tetapkan, termasuk upaya menghambat program nuklir Iran.

Ini bukan pertama kalinya Iran berupaya menjangkau rakyat Amerika secara langsung. Sejak perang berkecamuk pada 28 Februari, media dan jaringan online terkait Iran telah menggunakan AI untuk memproduksi video bertemakan Lego, meme, dan konten-konten berbahasa Inggris untuk mendorong pesan Teheran soal perang.

Juru bicara IRGC Hossein Mohebi, saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (29/9), menggemakan pesan dalam surat terbuka tersebut. Namun dia menilai bahwa surat terbuka itu akan bisa mempengaruhi sikap pemerintah AS sekitar lima pekan menjelang pemilu sela.

Meskipun Mohebi mengharapkan pesan itu sampai kepada para pemilih AS.

Mohebi kemudian menuduh Trump telah melontarkan “kebohongan besar” kepada rakyat Amerika selama masa jabatannya. Dia berargumen bahwa sebagian besar rakyat AS tidak menyadari “bahaya” dari kampanye pemerintahan Trump.

“Saya merasa rakyat Amerika tidak menyadari kenyataan ini. Jika mereka mengetahui kenyataan-kenyataan tersebut, mereka pasti akan berpikir secara berbeda dan pastinya akan memberikan tekanan kepada pemerintah mereka,” ucapnya.

Belum ada tanggapan dari Gedung Putih atau Trump atas surat terbuka tersebut.

 

Sumber: Iran Bikin Surat Terbuka, Minta Rakyat AS Sadar Jika Trump Pembohong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *