Indonesia Menyapa, Jakarta — Kader Partai Gerindra sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyoroti fenomena akun robot dan akun palsu di media sosial yang menurutnya turut menentukan topik pembicaraan publik.
Sudaryono bahkan mengklaim lebih dari 60 persen isi media sosial saat ini bukan berasal dari manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, yang diunggah pada Selasa (21/9/2026).
“Sekarang ini mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. Sehingga apa yang rame di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang ini,” kata Sudaryono.
Menurut Sudaryono, akun robot maupun akun palsu disebut dapat mengendalikan topik yang kemudian ramai diperbincangkan masyarakat.
“Hari ini mau ramein apa, itu kemudian yang bukan orang, yang namanya robot ini, akun palsu ini, itu kemudian menguasai topik-topik yang ingin mereka naikkan,” ujarnya.
Sudaryono kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan berbagai kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial.
Dia menyebut tidak seluruh kritik atau hujatan yang ramai terhadap Prabowo berasal dari pengguna media sosial yang sebenarnya.
“Jadi Pak Prabowo dihujat, itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena rame, dia ikut menghujat,” kata Sudaryono.
Dia lantas membandingkan ramainya kritik terhadap pemerintah dengan sejumlah kebijakan yang menurutnya justru tidak banyak menjadi pembahasan di media sosial.
Salah satunya terkait kebijakan bagi guru honorer dan aparatur sipil negara (ASN).
“Orang tuh enggak bahas, misalnya guru honorer tahun ini diangkat jadi PPPK, PPPK paruh waktu dijadikan penuh waktu, yang penuh waktu dipertimbangkan jadi ASN, tidak rame,” ujarnya.
Sudaryono kemudian menyampaikan tudingan lebih jauh terkait pihak yang disebut berada di balik akun robot tersebut.
Dia mengklaim robot-robot di media sosial dikendalikan oleh oligarki dan koruptor yang tidak menginginkan Prabowo terus memimpin Indonesia.
“Semua robot-robot itu, itu semua dikendalikan oleh oligarki, oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini,” kata Sudaryono.
Klaim tersebut disampaikan Sudaryono saat mengajak para pendukungnya agar tidak diam menghadapi berbagai narasi negatif yang muncul di media sosial.
Dia juga menyebut pemerintahan Prabowo telah menangkap koruptor yang sebelumnya belum tertangkap.
“Koruptor yang belum pernah ditangkap, sekarang di era Pak Prabowo ditangkap. Apa yang dilakukan oleh presiden kita ini sudah benar,” ujarnya.
Sudaryono kemudian mengajak para pendukung Prabowo untuk tidak terpengaruh oleh narasi yang menurutnya dibentuk atau diperkuat oleh akun robot.
“Jangan sampai kita ini kalah yang mengendalikan robot-robot itu,” kata Sudaryono.
Pernyataan Sudaryono tersebut disampaikan dalam konteks pengarahan kepada pendukung atau kader Partai Gerindra.
Sebagai Kepala BGN, Sudaryono merupakan pejabat pemerintah, sementara secara politik dia juga merupakan kader Partai Gerindra.
Dalam pemberitaan mengenai pernyataan yang sama, Sudaryono diberitakan menyebut media sosial telah banyak diisi robot yang diklaim dikendalikan oligarki untuk menjegal Prabowo.
Sumber: Sudaryono: Yang Hujat Prabowo Sebetulnya Bukan Orang, 60 Persen Lebih Medsos Robot

