Putin Bantah Mobilisasi, Warga Dihantui Lonjakan Panggilan Dinas Militer

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Dalam sepekan pertama September saja, sudah dua kali Presiden Rusia Vladimir Putin membantah secara terbuka rumor mobilitasi massal untuk perang di Ukraina. Pada 1 September lalu, Putin menyebut rumor tersebut sebagai “omong kosong” dan menggambarkannya sebagai “serangan informasi” terhadap Rusia.

Dua hari kemudian, pada 3 September, di Forum Ekonomi di Vladivostok, Putin mengatakan bahwa “saat ini tidak ada skenario yang mengharuskan dilakukannya mobilisasi.”

 

Khawatir akan panggilan resmi

Layanan DW dalam bahasa Rusia pun menanyakan kepada pembacanya di Rusia, apakah mereka melihat penanda moblisasi akan segera terjadi? Dari para pembaca DW yang identitasnya kami rahasiakan, secara umum menjawab khawatir menerima panggilan resmi dari kantor pendaftaran militer.

“Keponakan saya menerima panggilan untuk verifikasi data,” tulis seorang pembaca dari kota industri Naberezhnye Chelny.

“Saya menerima panggilan yang memerintahkan saya hadir dalam verifikasi data. Saya wiraswasta. Apa yang harus saya lakukan?” tulis seorang pengguna bernama Maxim.

“Salah satu teman saya, seorang guru sekolah, menerima panggilan melalui portal layanan pemerintah (Gosuslugi) pada 9 Juli untuk memperbarui data pribadinya,” kata pembaca lain, Sergei.

Mereka khawatir panggilan tersebut untuk mengikuti wajib militer atau larangan meninggalkan Rusi. Lantas, beberapa orang yang menerima surat panggilan wajib militer berusaha pergi ke luar negeri secepat mungkin, sebelum pembatasan keluar negeri mulai berlaku.

“Seorang kenalan saya meninggalkan Rusia dua bulan lalu setelah menerima surat panggilan resmi untuk verifikasi data dari kantor pendaftaran wajib militer,” tulis seorang pembaca.

 

Pindah ke negara lain adalah khayalan

Namun, tidak semua orang berpendapat pergi ke negara lain dan menetap di sana adalah realistis jika terjadi mobilisasi.

“Soal pergi itu cuma khayalan. Mau ke mana dan yang paling penting: pakai uang dari mana?” tulis seorang pembaca DW.

Juni lalu laporan dari wilayah Penza, Rusia, mengatakan bahwa para pria dibawa paksa ke kantor pendaftaran militer dan dipaksa menandatangani kontrak militer. Menurut laporan setempat, praktik ini meluas, membuat warga menggelar protes untuk mendukung kerabat dan tetangga mereka. Jurnalis yang meliput isu tersebut menginformasikan bahwa penggerebekan serupa masih berlanjut.

“Orang-orang ditahan, terutama di dekat pintu masuk gedung apartemen mereka,” kata Lena Lemyasova, seorang jurnalis dari media berita Important Stories (Vazhnye Istorii) kepada DW.

“Sering kali pria yang sedang mabuk. Kendaraan (yang kerap disediakan otoritas setempat) berhenti, orang-orang tak dikenal mendekati mereka. Para pria itu langsung ditangkap dan dibawa pergi. Keluarga serta tetangga mereka tidak lagi mendengar kabar apa pun. Belakangan, terkadang muncul informasi bahwa mereka telah dipindahkan ke unit-unit militer. Mereka sering ditahan di sana sebelum dikirim ke garis depan.”

Important Stories adalah media berita investigasi. Penerbitnya, Roman Anin, pernah menjabat sebagai editor investigasi selama sepuluh tahun di surat kabar independen ternama Novaya Gazeta.

 

Apa kata pengacara Rusia mengenai surat panggilan tersebut?

Apakah menerima surat panggilan militer berarti seseorang akan dikirim ke medan perang? Menurut pengacara Artem Klyga, surat panggilan yang dikeluarkan “untuk verifikasi data” tidak secara otomatis berarti seseorang akan direkrut, dimobilisasi, atau dikerahkan. Surat pemberitahuan verifikasi data merupakan salah satu dari beberapa alasan yang diatur secara hukum untuk memanggil seseorang ke kantor pendaftaran militer.

“Panggilan-panggilan ini hanya menunjukkan bahwa kantor pendaftaran militer telah secara signifikan meningkatkan prosedur pendaftaran militer mereka. Jika mobilisasi dimulai, catatan-catatan tersebut akan membantu pihak berwenang dengan cepat memanggil orang-orang yang mereka butuhkan,” jelas Klyga kepada DW.

Semakin banyak warga Rusia yang menerima perintah mobilisasi lebih awal. Pada masa damai, perintah semacam itu tidak mewajibkan individu untuk mengambil tindakan apa pun. Namun, jika mobilisasi diumumkan, penerima diwajibkan untuk melapor ke kantor pendaftaran militer yang ditunjuk.

“Perintah-perintah tersebut diterbitkan sebelum perang dan juga selama perang (melawan Ukraina). Namun, yang berubah pada paruh pertama tahun 2026 adalah perintah yang didistribusikan berjumlah ratusan ribu,” kata pengacara Rusia Timofei Vaskin kepada DW.

“Kami tidak mengetahui angka pastinya karena informasi tersebut bersifat rahasia. Namun, berdasarkan laporan di media sosial dan jumlah pertanyaan yang kami serta rekan-rekan kami terima, peningkatannya sangat drastis, hingga puluhan kali lipat,” tambah pengacara tersebut.

Di saat yang sama, dekrit 2022 tentang mobilisasi parsial Rusia belum pernah dicabut secara resmi dan secara teknis masih berlaku.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, berulang kali menggambarkan laporan tentang gelombang mobilisasi baru sebagai “berita palsu.”

Namun, para kritikus mencatat bahwa Peskov juga membantah laporan tentang kemungkinan dimulainya mobilisasi pada Mei 2022, mengatakan “Saat ini, hal ini tidak sedang dibahas.” Namun delapan hari setelahnya, mobilisasi parsial diumumkan.

 

Meningkatnya permintaan akan spesialis mobilisasi

Pada 8 Agustus 2026 DW menemukan beberapa lowongan di platform lowongan kerja Rusia, HeadHunter, yang mencari spesialis persiapan mobilisasi. Terdapat 40 lowongan semacam itu di Moskow dan wilayah sekitarnya serta 13 di St Petersburg.

Misalnya, beberapa perusahaan tersebut mencari spesialis yang tugasnya memastikan perusahaan memiliki rencana mobilisasi dan memahami cara beroperasi saat negara menerapkan sistem ekonomi perang.

Tugas mereka juga mencakup persiapan perusahaan dalam keadaan darurat serta langkah-langkah pertahanan sipil, serta membantu mengalihkan organisasi ke sistem operasional khusus jika menghadapi kondisi perang.

Lowongan tersebut diiklankan baik oleh perusahaan swasta maupun lembaga negara.

Panggilan wajib militer, latihan militer, perluasan sistem pendaftaran militer, dan upaya perekrutan aktif kian menjelaskan bantahan resmi pemerintah telah gagal meredam rumor tersebut.

 

Bersiap untuk setiap keputusan yang diambil Putin

“Dari hal ini dapat dilihat bahwa para birokrat telah ditugaskan untuk mempersiapkan sistem menghadapi keputusan apa pun yang mungkin diambil Putin. Jika keputusan tersebut adalah mobilisasi, mereka diharapkan sudah siap,” kata Artem Klyga.

Pada akhir Juli, media independen Agentstvo menghitung 197 lowongan di seluruh Rusia yang mencantumkan istilah “kesiapan mobilisasi” dan lebih dari 2.600 lowongan terkait “pendaftaran militer” pada platform perekrutan yang sama.

 

Sumber: Putin Bantah Mobilisasi, Warga Dihantui Lonjakan Panggilan Dinas Militer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *