Sosok 2 Menteri Prabowo Gagal Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Dua menteri Kabinet Merah Putih sempat muncul dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031 dalam Muktamar Ke-35 NU.

Keduanya adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI Nusron Wahid serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Nama Nusron bahkan sempat berada di posisi lima besar hasil tabulasi usulan bakal calon Ketua Umum PBNU.

Nusron memperoleh 207 suara dan berada di urutan kelima dalam tabulasi awal.

Sementara Gus Ipul berada di urutan ketujuh dengan perolehan 174 suara.

“Saya mengucapkan maturnuwun sanget kepada cabang dan wilayah yang mungkin dengan lucu-lucuan, iseng-iseng berhadiah menulis dan mengusulkan nama saya,” ujar Nusron kepada pers di lokasi muktamar pagi ini, Senin (31/8/2026).

Meski namanya memperoleh dukungan cukup besar, Nusron menegaskan sejak awal tidak memiliki niat untuk maju sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-35 NU.

“Karena saya sadar saya memang pejabat politik dan saya memang basically-nya ada di situ, sehingga untuk disodorkan kepada Maqamul Maqam Ahlul Halli wal Aqdi memang itu bukan kapasitas dan bukan maqam saya,” ungkap Nusron.

Sementara Gus Ipul yang juga Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU kemarin berharap seluruh kandidat nantinya tetap dapat bergandengan tangan untuk melanjutkan perjuangan para pendiri NU.

“Jangan bersaing habis-habisan. Harapan kita semua ke depan, kita bisa bergandengan tangan supaya bareng-bareng meneruskan perjuangan para muasis,” pungkasnya.

 

Sosok Nusron Wahid

Nusron yang juga politikus Partai Golkar itu dipilih oleh Presiden Prabowo sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak awal pemerintahannya.

Pria kelahiran Kudus, 12 Oktober 1973 ini pernah menjadi pengajar di Universitas Indonesia (UI), Wartawan Bisnis Indonesia hingga peneliti di Lembaga Pranata Pembangunan VI dalam rentang tahun 1995-1999.

Dikutip dari laman resmi Partai Golkar, Nusron juga pernah menjadi staf ahli di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2000-2001, dan staf ahli di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2001-2002.

 

MUKTAMAR NU - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid saat tiba di Lapangan Untung Surapati yang berada dekat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
MUKTAMAR NU – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid saat tiba di Lapangan Untung Surapati yang berada dekat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). (Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

 

Nusron juga dikenal aktif berorganisasi bersama Nahdlatul Ulama (NU) setelah menyelesaikan studinya di UI pada tahun 1998.

Dia tercatat menjadi Ketua Lembaga Kajian dan SDM PUNU Jakarta pada 1998-2000, sekaligus Ketua Lembaga Kajian dan SDM Pengurus Cabang NU Depok pada tahun yang sama.

Dia lantas bergabung bersama Partai Golkar dan menduduki jabatan koordinator bidang agama pada DPP Partai Golkar periode 2004-2009.

Dia juga pernah menjadi Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah II yang mencakup Kabupaten Demak, Jepara, dan Kudus untuk periode 2009-2014 dan periode 2014-2019.

Nusron juga pernah dipercaya menduduki posisi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) periode 2014-2019.

 

Sosok Gus Ipul

Saifullah Yusuf (Gus Ipul) lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada 28 Agustus 1964.

Ayahnya adalah H. Ahmad Yusuf Cholil dengan Hj. Sholichah Hasbulloh. Dia juga cicit dari Bisri Syansuri, yang merupakan kakek Gus Dur.

Dikenal sebaga kader tulen NU, Gus Ipul mulai memupuk karier politik saat berkiprah di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nahdlatul Ulama (NU).

Ia mengawali karir sebagai Plh Ketua Umum GP Ansor pada tahun 1999 dan kembali menjabat Ketua Umum GP Ansor periode 2005–2010.

 

PEMILIHAN KETUA UMUM PBNU -  atau Gus Ipul,Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf memperkirakan pemilihan Ketua Umum PBNU baru dapat digelar Minggu (30/8/2026).
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU . ( /Tribun Jatim)

 

Gus Ipul juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU masa khidmat 2022–2027.

Ia pun pernah menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan sejak 26 Februari 2021, Wakil Gubernur Jawa Timur pada tahun 2009-2019

Pernah menjadi Anggota DPR dari PKB dan PDIP, di masa pemerintahan Presiden SBY, Saifullah Yusuf dipercaya jadi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal periode 2004–2009.

Kemudian di era pemerintahan Jokowi, dia juga dipercaya jadi menteri sosial.

Jabatannya sebagai menteri sosial berlanjut di era pemerintahan Prabowo saat ini.

 

Sumber: Sosok 2 Menteri Prabowo Gagal Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *