Indonesia Menyapa, Jakarta — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meyakini Rusia bakal mengerahkan 300.000 prajurit tambahan ke Ukraina pada akhir tahun ini.
Dalam pernyataan pada Minggu (23/8), Zelensky berujar Rusia kemungkinan besar akan mengakhiri tahun dengan menduduki wilayah Ukraina dalam jumlah yang sama seperti awal tahun ini.
Ia meyakini hal tersebut karena Rusia akan mengadakan pemilihan umum (pemilu) parlemen pada September mendatang dan telah muncul spekulasi mengenai mobilisasi baru, meskipun wajib militer di tahun 2022 memicu protes dan eksodus kaum muda di Rusia.
“Kami yakin bahwa setelah pemilu, mereka akan melakukan mobilisasi. Kami percaya ini tidak akan terjadi di kota-kota besar,” kata Zelensky, seperti dikutip CNN.
“(Rusia akan) mengerahkan 300.000 pasukan baru tergantung pada situasi di timur negara kita,” lanjutnya.
Menurut Zelensky, situasi ini dapat dicegah dengan menggenjot perebutan kembali Donetsk. Ia telah memerintah para jenderal untuk merampungkan hal tersebut pada akhir tahun ini.
“Mereka (Rusia) akan kehilangan 300.000 tentara yang baru dimobilisasi di sana. Kami akan memusnahkan mereka,” ujarnya.
Militer Ukraina mengamankan sekitar 20 persen wilayah Donetsk, termasuk kawasan kota-kota industri strategis seperti Slaviansk dan Kramatorsk. Zelensky menilai mustahil bagi Rusia untuk merebut wilayah itu karena Moskow telah kehilangan ratusan personelnya sejak awal tahun.
“Rusia telah kehilangan 267.000 personel sejak awal tahun, termasuk sekitar 155.000 yang tewas hingga saat ini,” ucapnya.
Zelensky menduga, dengan kondisi tersebut, Rusia mungkin juga akan mencoba melancarkan serangan ke wilayah Ukraina utara, seperti Kharkiv dan Sumy.
“Mereka belum menempatkan pasukan di wilayah Bryansk (yang berbatasan dengan Ukraina utara), tetapi kita dapat melihat peralatan militer di sepanjang perbatasan dengan Federasi Rusia,” ujar Zelensky.
Sumber: Zelensky Klaim Rusia Bakal Tambah 300 Ribu Prajurit Perangi Ukraina

