OnePlus Dikabarkan Hengkang dari Amerika Serikat dan Eropa

Gadget

Indonesia Menyapa, Jakarta — Jenama ponsel pintar OnePlus dilaporkan akan menghentikan operasionalnya di Amerika Serikat dan Eropa pada pekan ini sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis yang dilakukan perusahaan induknya Oppo.

Laporan Tech Crunch pada Rabu (15/7) waktu setempat, yang mengutip sumber internal, menyebutkan OnePlus juga akan hengkang dari India, yang selama ini menjadi salah satu pasar terbesar jenama tersebut di luar China.

OnePlus didirikan pada 2013 oleh Pete Lau dan Carl Pei dengan fokus menghadirkan ponsel Android berperforma tinggi dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen.

Seiring waktu berjalan, perusahaan memperluas portofolio produknya ke berbagai segmen pasar yang mendorong peningkatan permintaan global.

Setelah Carl Pei keluar pada 2020 untuk mendirikan perusahaan teknologi Nothing, OnePlus terus mengembangkan lini produknya, termasuk seri Nord yang menyasar segmen menengah.

Laporan OnePlus akan keluar dari pasar AS dan Eropa muncul di tengah tantangan yang dihadapi industri ponsel pintar global.

Sejumlah lembaga riset pasar, seperti IDC dan Counterpoint Research, sebelumnya memperkirakan pengiriman ponsel pintar global akan turun lebih dari 13 persen pada 2026 akibat terbatasnya pasokan chip memori yang memicu kenaikan harga komponen.

Kondisi tersebut turut memengaruhi permintaan konsumen terhadap ponsel baru di berbagai negara.

Counterpoint Research dalam laporannya juga mencatat pengiriman perangkat Oppo mengalami penurunan dua digit secara tahunan pada kuartal kedua 2026. Penurunan tersebut terjadi karena melemahnya permintaan di sebagian besar pasar utama perusahaan.

Meski demikian, Oppo dilaporkan masih akan mempertahankan kehadiran OnePlus di China.

Oppo juga akan terus memperluas pemasaran merek naungannya yang lain yakni Realme di sejumlah pasar internasional, termasuk kawasan Nordik yang dinilai menunjukkan kinerja penjualan positif.

 

Sumber: OnePlus dikabarkan hengkang dari Amerika Serikat dan Eropa – ANTARA News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *