Indonesia Menyapa, Jakarta — Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon pekan ini menerbitkan buku panduan komprehensif bagi warga AS mengenai cara menanggulangi serangan drone.
Buku pedoman tersebut membantu orang awam memahami ancaman yang ditimbulkan drone serta cara menghindari dan mencegah serangan drone.
Brigjen Matthew Ross, direktur Satuan Tugas Antarlembaga Gabungan 401, organisasi utama Pentagon untuk menanggulangi pesawat nirawak, menggambarkan buku panduan tersebut sebagai “landasan bersama untuk membentuk pendekatan kolektif terhadap tantangan ini”, “bukan manual teknis atau seperangkat aturan terperinci”.
Dengan menggunakan bahasa percakapan, buku ini menawarkan panduan seperti “Empat P Ancaman Drone”, “Lima D dalam Melindungi Diri dari Drone”, serta definisi sederhana dari konsep dan prosedur teknis.
Dilansir dari Military Times, buku ini bukan cuma menawarkan panduan, tetapi juga sebuah perspektif.
Pada bab pembuka, buku pedoman tersebut berbagi anekdot singkat dari tahun 1939 tentang “masa bahagia’ bagi Nazi Jerman karena Pasukan Sekutu belum tahu bagaimana harus bereaksi terhadap operasi kapal selam U-boat.
“Namun, ‘masa bahagia’ itu tidak berlangsung selamanya. Kapal-kapal Inggris dan Amerika belajar beradaptasi dengan ancaman tersebut dengan menerapkan sistem konvoi untuk melindungi jalur pelayaran, menggunakan kapal pengawal, dan mengembangkan teknologi baru seperti sonar, radar, dan bom laut,” demikian isi buku tersebut.
Buku panduan ini menjelaskan bahwa teknologi dalam peperangan selalu berubah. Namun, buku itu juga menekankan bahwa senjata dan peralatan saja tidak cukup untuk memenangkan perang.
“Militer yang belajar beradaptasi dan berinovasi, menggunakan kembali sistem pertahanan yang ada dan membangun sistem pertahanan baru untuk mengatasi kerentanan yang dieksploitasi oleh drone,” isi buku tersebut.
“Mereka mengubah cara berpikir mereka tentang drone dan cara mereka berperang,” lanjut buku tersebut.
Meskipun sebagian besar buku didedikasikan untuk menerapkan kiat dan teknik untuk mencegah atau menghindari serangan pesawat tak berawak, buku ini juga menawarkan perspektif tentang kecerdasan buatan (AI).
Buku tersebut memahami bahwa AI banyak dipandang sebagai penyelamat atau ancaman, serta sebagai solusi atau kekuatan menakutkan.
“Kedua deskripsi tersebut tidak berguna. Dalam praktiknya, AI jauh lebih netral daripada yang dikira,” demikian bunyi buku itu.
Menurut buku tersebut, AI merupakan alat yang dimaksudkan membantu menganalisis data dengan mengenali pola dan membuat prediksi untuk membantu manusia dalam pengambilan keputusan.
AI tidak dianggap menggantikan penilaian dan pengambilan keputusan manusia. Juga tidak dianggap memahami niat atau konsekuensi suatu tindakan.
“Yang dilakukannya dengan baik adalah memilah, membandingkan, mengkorelasikan, dan menyoroti sinyal yang mungkin hilang dalam kebisingan,” bunyi buku tersebut.
Buku ini menekankan bahwa AI tidak hanya berguna saat krisis, saat tekanan tinggi, atau saat patroli sudah bereaksi. Nilainya disebut “meluas ke seluruh tantangan perlindungan, jauh sebelum drone menimbulkan ancaman.”
Sumber: Pentagon Rilis Buku Panduan buat Warga AS Cara Hindari Serangan Drone

