Indonesia Menyapa, Jakarta — Amerika Serikat dan Iran mengakhiri putaran negosiasi tak langsung di Qatar pada Rabu (1/7). Dalam pertemuan itu, mereka fokus membahas persoalan Selat Hormuz.
Sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan para negosiator dari kedua negara menghabiskan dua hari di Doha, Qatar. Mereka membahas lalu lintas maritim di Selat Hormuz hingga dana pencairan dana Iran.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Nehfdr Qatar mengatakan negosiasi ini menghasilkan “kemajuan positif” dalam isu terkait memorandum dan “berdasarkan hasil” dari KTT di Swiss.
Senada, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kedua pihak sedang membuat kemajuan terkait kemungkinan pembatasan program nuklir Iran.
“Denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita akan lihat hasilnya,” kata Trump, dikutip Reuters.
Namun, sumber-sumber itu mengatakan program nuklir Iran tak dibahas dalam pembicaraan, yang bersifat teknis.
Ketua delegasi Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, mengatakan pembicaraan memang sudah selesai. Kedua pihak tidak mengatakan apakah mereka berhasil menjembatani perbedaan yang ada.
Pembahasan Selat Hormuz itu sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS-Iran pada Juni lalu di lokasi yang berbeda, tanpa tatap muka.
Dalam MoU tersebut dijelaskan Selat Hormuz akan dibuka untuk kelancaran lalu lintas global dan pasukan AS berhenti memblokade Iran.
Meski lalu lintas sebagian sudah dibuka status jalur ini masih belum jelas dan kedua negara saling melancarkan serangan akhir pekan lalu.
Dua sumber yang familiar dengan masalah ini mengatakan Iran berusaha keras mendapat pengakuan internasional atas kendalinya terhadap Selat Hormuz.
Sumber: Negosiasi Delegasi AS dan Iran di Qatar Rampung, Apa Hasilnya?

